Wartalive.co.id – Tumpukan sampah terlihat mengganggu keindahan kawasan Masjid Raya Al Abror, Kota Padangsidimpuan. Sampah yang didominasi plastik dan sisa kemasan makanan tampak menumpuk di sisi jalan yang berada tidak jauh dari area masjid.
Kondisi tersebut dinilai mencoreng wajah salah satu ikon religi dan ruang publik di Kota Padangsidimpuan. Padahal, kawasan sekitar Masjid Raya Al Abror dikenal sebagai area yang sering dilalui masyarakat dan menjadi pusat aktivitas keagamaan, terutama pada waktu-waktu sholat dan hari besar Islam.
Pantauan di lokasi (5/1/2026) menunjukkan, tumpukan sampah diletakkan di sepanjang bibir jalan,Selain merusak pemandangan, keberadaan sampah juga berpotensi menimbulkan bau tidak sedap serta mengganggu kenyamanan jamaah dan pengguna jalan.
Baca Juga : Parkir Liar di Jalan Jamin Ginting Keluhkan Konsumen Minimarket
Ari seorang pengunjung mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Menurutnya, lingkungan rumah ibadah seharusnya menjadi contoh kebersihan
“Masjid ini kebanggaan kita bersama. Sangat disayangkan jika pemandangan pertama yang terlihat justru tumpukan sampah” Ujarnya
Hal senada juga disampaikan oleh pengendara roda dua, Rayhan, menurutnya sampah yang berada di tepi jalan kawasan masjid menghalangi nilai estetika masjid tersebut, “selain tidak enak dipandang, bau sampahnya juga terasa” Katanya
Masyarakat menyayangkan kondisi tersebut dan berharap adanya perhatian serius dari pihak terkait. Mereka menilai kebersihan di sekitar rumah ibadah seharusnya menjadi prioritas, mengingat masjid merupakan tempat yang sakral dan menjadi simbol kebersamaan umat.
Lihat Juga : Menteri PPPA Tinjau Kondisi Perempuan dan Anak Korban Bencana Tapsel
Masyarakat juga mengimbau agar kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan terus ditingkatkan, baik oleh warga maupun pedagang di sekitar lokasi. Selain itu, mereka berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat segera melakukan penanganan dan pengangkutan sampah secara rutin, sehingga keindahan dan kenyamanan kawasan Masjid Raya Al Abror tetap terjaga (Asrif)

