Wartalive.co.id – Kehadiran negara di tengah situasi darurat pasca bencana kembali ditegaskan melalui kunjungan kerja Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Arifatul Choiri Fauzi, ke Pengungsian Marsada, Desa Marsada, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Minggu (4/1/2026).
Kedatangan Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi didampingi perwakilan Dinas PPPA Provinsi Sumatera Utara dan Direktur BNPB, disambut langsung oleh Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu, Wakil Bupati Jafar Syahbuddin Ritonga, Ketua TP PKK Tapsel Ny. Murni Gus Irawan dan sejumlah pejabat Tapsel.
Kunjungan kerja ke Tapsel ini menjadi wujud empati dan kepedulian pemerintah pusat terhadap para penyintas banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Tapsel.
Baca Juga : PPPK Guru Terima SK, Wali Kota Tekankan Etos Kerja dan Loyalitas
Di lokasi pengungsian, Menteri PPPA meninjau langsung kondisi para penyintas serta berdialog dengan ibu-ibu dan anak-anak yang terdampak bencana.
Suasana hangat dan penuh keakraban terlihat saat Menteri menyapa anak-anak dengan yel-yel penyemangat.
“Kekuatan!” yang diserukan Menteri, yang langsung disambut riuh oleh anak-anak dengan jawaban, “Lima lima!”
“Mana gigimu?” tanya Menteri kembali.
“Ini gigiku!” jawab anak-anak sambil tersenyum, diakhiri dengan seruan bersama, “Tapsel Bangkit!”
Di balik keceriaan tersebut, dialog juga berlangsung yang mengungkap berbagai kisah duka, mulai dari kehilangan anggota keluarga, kekhawatiran terhadap kesehatan anak, hingga ketidakpastian masa depan para pengungsi.
Pendekatan dialogis ini mencerminkan pembangunan berbasis manusia, di mana suara penyintas menjadi fondasi penting dalam penanganan pasca bencana.
Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi, menegaskan, perempuan dan anak merupakan kelompok yang paling rentan terdampak bencana, baik secara fisik, psikologis, maupun sosial.
“ Penanganan pasca bencana harus dilakukan secara komprehensif, mulai dari perlindungan terhadap risiko kekerasan, pemenuhan hak kesehatan, hingga dukungan psikososial yang berkelanjutan, ” tegas Menteri PPPA.
Disebutkannya, pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian menjadi perhatian utama, termasuk pemeriksaan ibu hamil, pemantauan status gizi balita, penanganan penyakit infeksi pascabencana, serta skrining kesehatan mental bagi para penyintas.
Selain peninjauan lapangan, kunjungan kerja ini juga dimanfaatkan sebagai forum koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.
Diskusi menyoroti pentingnya edukasi kebencanaan berbasis keluarga, penguatan sistem perlindungan anak di tingkat komunitas, serta peningkatan kesiapsiagaan layanan kesehatan dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
” Pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip pengurangan risiko bencana yang menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam proses pemulihan, ” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri PPPA RI Arifatul Choiri Fauzi, serahkan bantuan dari Dinas PPPA Provsu untuk korban terdampak bencana Desa Marsada Sipirok
Sementara itu, Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada Menteri PPPA beserta rombongan.
Lihat Juga : Pembangunan 227 Huntap Korban Banjir Batangtoru Dimulai
Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapsel untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat dalam mempercepat pemulihan pascabencana serta memastikan perlindungan dan pemenuhan hak perempuan dan anak di wilayah Tapsel berjalan secara optimal dan berkelanjutan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Sofyan Adil, Staf Ahli PKK Tapsel, Ketua DWP Tapsel, para asisten, staf ahli, pimpinan OPD, kepala bagian, serta unsur TNI dan Polri.
Dari Desa Marsada, Sipirok, menguat pesan kemanusiaan bahwa pemulihan pasca bencana tidak hanya berfokus pada pembangunan kembali infrastruktur, tetapi juga pada pemulihan kehidupan sosial, kesehatan mental dan martabat masyarakat, dengan empati serta keberpihakan kepada kelompok paling rentan. (Wan)

