Wartalive.co.id – Akses alternatif warga di Kota Padangsidimpuan masih memprihatinkan pascabanjir bandang tahun lalu, seiring belum adanya perbaikan menyeluruh pada infrastruktur jalan yang rusak dan masih digunakan masyarakat untuk aktivitas sehari-hari, (07/01/2026).
Kondisi jalan di wilayah Sikoring-koring, Kota Padangsidimpuan, hingga kini masih mengalami kerusakan parah dan belum mendapat penanganan berarti. Jalan tersebut rusak sejak banjir bandang yang melanda Kota Padangsidimpuan pada tahun 2025 lalu, dengan kondisi permukaan jalan yang semakin memburuk seiring waktu dan cuaca.
Pantauan di lapangan menunjukkan, kerusakan jalan terjadi di sejumlah titik dengan permukaan berlubang, tidak rata, serta dipenuhi material tanah dan batu. Kondisi ini menyulitkan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor dan pejalan kaki, serta meningkatkan risiko kecelakaan, khususnya saat hujan atau pada malam hari.
Baca Juga : Perjuangan Guru Menuju Sekolah di Pedalaman Aceh Tengah
Padahal, jalan di Sikoring-koring tersebut merupakan akses alternatif yang cukup vital bagi masyarakat sekitar. Jalan ini kerap digunakan warga untuk menuju kompleks sekolah, permukiman, hingga ke wilayah Batunadua. Akibat kerusakan yang belum kunjung diperbaiki, warga terpaksa tetap melintasi jalan tersebut meski dalam kondisi yang tidak aman.
Selain mengganggu mobilitas warga, kondisi jalan yang rusak juga memunculkan dampak sosial di sekitar lokasi. Terlihat adanya warga yang meminta sumbangan kepada pengguna jalan yang melintas. Hal ini mencerminkan kondisi ekonomi sebagian masyarakat yang masih terdampak akibat bencana banjir bandang, sekaligus menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana belum sepenuhnya dirasakan oleh semua lapisan masyarakat.
Seorang warga yang sehari-hari berada di lokasi tersebut dan enggan disebutkan namanya menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi jalan yang dibiarkan rusak dalam waktu cukup lama. “Jalan ini sudah rusak sejak banjir bandang tahun 2025 lalu dan sampai sekarang hampir satu tahun belum ada perbaikan. Saya setiap hari berada di sini dan berniat membantu memperbaiki jalan ini secara swadaya. Kalau menunggu pemerintah, kemungkinan akan lama,” ujarnya.
Ia menambahkan, jalan tersebut memiliki peran penting bagi aktivitas warga sekitar. “Ini jalan alternatif yang sering digunakan warga untuk ke kompleks sekolah dan ke arah Batunadua. Harapan saya pemerintah bisa melihat langsung kondisi di sini,” tambahnya.
Lihat Juga : Presiden Prabowo: Indonesia Mampu Swasembada Pangan
Masyarakat sekitar berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah agar perbaikan jalan dapat segera direalisasikan. Warga menilai, perbaikan infrastruktur pascabencana tidak hanya berdampak pada kelancaran mobilitas, tetapi juga menjadi bagian penting dalam proses pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat.
Dengan perbaikan yang segera dilakukan, warga berharap aktivitas sehari-hari dapat kembali berjalan normal, risiko kecelakaan dapat ditekan, serta kondisi sosial masyarakat di sekitar lokasi dapat berangsur membaik. (Sry)

