Tuesday, October 13, 2026

Penutup Drainase Jalan Sunggal Rusak, Ancam Keselamatan Pengendara

Baca Juga

Wartalive.co.id – Kondisi infrastruktur di Jalan Sunggal, Kota Medan, kembali menjadi sorotan tajam warga. Pasalnya, penutup lubang drainase atau manhole yang baru saja selesai dikerjakan beberapa bulan lalu terpantau sudah mengalami kerusakan parah. Kerusakan ini tidak hanya mengganggu estetika jalan, tetapi juga mulai mengancam keselamatan para pengguna jalan yang melintas, terutama pada malam hari.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Senin (19/01/206), material penutup lubang tersebut ada yang terbelah menjadi 2 dan amblas ke bawah, ada juga yang sudah menunjukkan tanda-tanda mau hancur. Serpihan beton dan besi penyangga terlihat mencuat tidak beraturan, menciptakan lubang baru yang cukup dalam di tengah badan jalan. Kondisi ini memaksa pengendara, khususnya roda dua, untuk ekstra waspada dan melakukan manuver mendadak guna menghindari jebakan maut tersebut.

- Advertisement -

Masyarakat sekitar mengekspresikan kekecewaan mendalam terhadap kualitas pengerjaan proyek tersebut. Menurut penuturan warga, penutup lubang ini sebenarnya masih tergolong baru karena belum genap setahun selesai dipasang. Namun, daya tahannya ternyata tidak sesuai dengan ekspektasi, mengingat kerusakan sudah terjadi dalam waktu yang sangat singkat setelah masa pembangunan selesai.

Baca Juga : Pagi Hari di Panyabungan, Jalan Raya dan Pasar Terlihat Sepi

Asumsi yang berkembang di tengah warga menyebutkan bahwa rusaknya fasilitas publik ini disebabkan oleh beban kendaraan yang melampaui kapasitas. Jalan Sunggal memang dikenal sebagai salah satu jalur utama yang kerap dilintasi oleh truk-truk angkutan berat bermuatan penuh. Warga menduga bahwa spesifikasi penutup lubang yang dipasang tidak dirancang untuk menahan beban tonase besar dari kendaraan berat tersebut.

“Hampir setiap hari truk besar lewat sini, apalagi kalau malam. Sepertinya penutup ini memang tidak kuat menahan beban truk-truk itu. Padahal baru beberapa bulan lalu dibuat, tapi sekarang sudah hancur seperti ini,” ujar Herman seorang warga yang tinggal disekitar penutup yang rusak tersebut. Ia menambahkan bahwa getaran saat truk lewat sangat terasa, yang diduga mempercepat keretakan beton.

Selain faktor beban kendaraan, warga juga mempertanyakan kualitas material dan standar pengawasan saat proses konstruksi berlangsung. Ada dugaan kuat bahwa campuran material atau ketebalan besi penyangga tidak sesuai dengan standar teknis jalan raya kelas kota. Hal ini memicu kecurigaan bahwa proyek dikerjakan secara asal-asalan tanpa mempertimbangkan durabilitas jangka panjang.

Warga berharap Pemerintah Kota Medan, khususnya dinas terkait, segera turun tangan untuk melakukan perbaikan permanen dengan material yang kokoh. Mereka menginginkan adanya evaluasi terhadap kontraktor pengerjaan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.(Febrian)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya