Tuesday, October 13, 2026

Kemenhut Percepat Penanganan Kayu Sisa Bencana di Aceh–Sumut

Baca Juga

Wartalive.co.id – Pemerintah melalui Kementerian Kehutanan terus mempercepat penanganan material kayu yang tersisa akibat bencana hidrometeorologi di sejumlah daerah di Aceh dan Sumatera Utara. Proses pembersihan kawasan terdampak masih berjalan intensif, disertai pemulihan fasilitas umum serta pemanfaatan kayu hanyutan bagi kebutuhan warga, (17/01/2026)

Salah satu fokus penanganan berada di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara. Di wilayah ini, Kemenhut mengerahkan puluhan personel dan alat berat untuk membersihkan kawasan permukiman dan fasilitas umum dari tumpukan kayu pascabanjir. Sebanyak 40 unit alat berat dikerahkan, terdiri atas 32 unit milik Kemenhut, tujuh unit bantuan TNI, serta dukungan peralatan dari Kementerian PUPR. Hingga kini, area yang telah dibersihkan mencapai sekitar 16,7 hektare.

- Advertisement -

Tidak hanya di permukiman, pembersihan juga dilakukan di lingkungan pendidikan. Tim Kemenhut membersihkan halaman dan lapangan SMA Negeri 1 Langkahan dengan melibatkan sekitar 21 personel. Sementara itu, kayu hasil sortir di Desa Geudumbak dimanfaatkan untuk pembangunan hunian sementara (huntara) bekerja sama dengan Rumah Zakat.

Baca Juga : Pagi Hari di Panyabungan, Jalan Raya dan Pasar Terlihat Sepi

Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser, Subhan, menyebut pemanfaatan kayu sisa bencana memberikan manfaat ganda bagi masyarakat. Selain mempercepat pemulihan lingkungan, kayu tersebut membantu percepatan penyediaan tempat tinggal sementara bagi korban bencana. “Pemanfaatan kayu ini tidak hanya mempercepat pemulihan lingkungan, tetapi juga membantu penyediaan hunian sementara bagi warga terdampak,” kata Subhan.

Ia menjelaskan, hingga saat ini telah dibangun 24 unit huntara. Enam unit sudah ditempati warga, 13 unit masih dalam tahap pembangunan, dan lima unit lainnya memasuki tahap akhir penyelesaian.

Di wilayah lain, tepatnya di Kabupaten Aceh Tamiang, tim Manggala Agni Kemenhut turun langsung membersihkan rumah warga dari lumpur, sampah, dan sisa material banjir di Dusun Tengah, Desa Setia, Kecamatan Karang Baru. Pada waktu yang sama, tim Gakkum Kehutanan melakukan pengamanan terhadap tumpukan kayu yang telah dikumpulkan dari sekitar Pesantren Darul Mukhlisin.

Sementara di Sumatera Utara, penanganan pascabencana dilakukan di Desa Garoga, Huta Godang, dan Aek Ngadol. Tiga unit ekskavator capit milik Kemenhut dikerahkan untuk mengangkat material kayu yang menumpuk di sekitar permukiman warga serta bantaran Sungai Garoga.

Data Kemenhut mencatat, hingga 17 Januari 2026, kayu olahan yang berhasil diproduksi mencapai 2.005 keping dengan total volume 28,1147 meter kubik. Sebagian besar kayu tersebut, yakni 1.795 keping dengan volume 23,8256 meter kubik, telah disalurkan ke Desa Batu Hula dan dapur umum Desa Garoga untuk membantu kebutuhan warga terdampak.

Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Novita, mengatakan percepatan pemanfaatan kayu hanyutan terus dilakukan melalui penambahan operator chainsaw serta penyusunan sistem pengelolaan kayu secara menyeluruh, mulai dari pendataan hingga pemanfaatan.

Lihat Juga : Tumpahan Minyak di Medan Ringroad, Dua Pengendara Motor Terjatuh

Selain itu, Kemenhut melalui UPT BPDAS Asahan Barumun juga melakukan patroli dan pemantauan normalisasi Sungai Garoga. Hingga kini, pembersihan sumbatan kayu telah mencapai sekitar 2,868 kilometer atau 54,11 persen dari target 5,3 kilometer.

Normalisasi sungai dilakukan bersama Kementerian PUPR dengan mengoperasikan 10 unit alat berat. Berkat upaya tersebut, aliran Sungai Garoga mulai kembali lancar hingga ke Jembatan Garoga 1 dan Garoga 2.

Kemenhut menegaskan akan terus hadir dalam penanganan pascabencana, tidak hanya melalui pembersihan kawasan terdampak, tetapi juga dengan pengelolaan kayu sisa bencana secara tertib, transparan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat. (Sry)

Sumber: Kementrian Kehutanan

Warta Terbaru

Bupati Labusel Lepas Funy Run BKPRMI, Lanjutkan Olahraga Bersama Masyarakat

Wartalive co.id, LABUHANBATU SELATAN --- Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel), Fery Sahputra Simatupang, melepas peserta Funy Run yang diselenggarakan oleh...

Artikel Menarik Lainnya