Wartalive.co.id – Kota Medan kembali diuji oleh cuaca ekstrem pada Rabu (18/2) malam. Hujan dengan intensitas yang sebenarnya tidak terlalu lebat namun berlangsung dalam durasi yang sangat lama melanda hampir seluruh wilayah kota sejak sore hari. Kondisi ini menyebabkan sejumlah titik ruas jalan mulai tergenang air, mengganggu aktivitas warga yang sedang berupaya pulang dari pekerjaan.
Salah satu lokasi yang terdampak cukup parah adalah kawasan Jalan Kapten Muslim, Medan. Drainase yang tampaknya tidak sanggup menampung debit air secara terus-menerus mengakibatkan sirkulasi air tersumbat hingga akhirnya meluap ke badan jalan. Para pengendara, terutama sepeda motor, terpaksa harus ekstra hati-hati saat melintasi jalur tersebut agar mesin kendaraan tidak mogok.
Menurut pengakuan warga di lokasi, hujan mulai turun secara konsisten sejak pukul 16.00 WIB. Meskipun curah hujan tidak tergolong badai atau hujan deras yang ekstrem, sifatnya yang terus menerus tanpa jeda hingga menjelang tengah malam menjadi faktor utama meluapnya air. Hal ini menciptakan genangan yang cukup tinggi di area yang memang dikenal rawan banjir tersebut.

Baca Juga : Warga Serbu Poken Bante Panyabungan Jelang Ramadhan
Sasti, seorang pedagang yang setiap hari berjualan di sekitar Jalan Kapten Muslim, menuturkan pengalamannya menyaksikan air yang perlahan naik. Ia menyebutkan bahwa situasi mulai mengkhawatirkan ketika hujan tidak kunjung reda saat hari semakin gelap. Aktivitas jual belinya pun sempat terganggu akibat akses jalan yang mulai tertutup genangan air.
“Di sini dari pukul 4 sore sudah hujan sampai hampir jam 10 malam baru berhenti. Hujannya biasa saja sebetulnya, tapi karena dari sore (tanpa henti), jadinya banjir,” ujar Sasti saat diwawancarai di lokasi kejadian.
Ketinggian air di beberapa titik Jalan Kapten Muslim dilaporkan sempat mencapai setinggi betis orang dewasa. Hal ini tentu saja memicu kekhawatiran mendalam bagi para pemilik toko dan warga setempat. Mereka mulai bersiaga mengamankan barang dagangan dan perabotan rumah agar tidak terendam air yang masuk ke dalam bangunan.
Sasti juga mengungkapkan rasa syukurnya karena hujan akhirnya mereda sebelum air naik lebih tinggi lagi. “Tadi sempat sebetis juga di sini, sudah was-was juga takut kejadian banjir kemarin terulang lagi, tapi Alhamdulillah sudah reda, ” tambahnya dengan nada lega, merujuk pada trauma banjir besar yang sempat melanda kawasan tersebut sebelumnya.(febrian)

