Tuesday, October 13, 2026

Kasus Curanmor di Medan Kian Meresahkan, Pelaku Beraksi dengan Ciri Khas Tertutup

Baca Juga

Wartalive.co.id – Aksi pencurian sepeda motor (curanmor) di Kota Medan belakangan ini semakin mengkhawatirkan masyarakat (28/2). Berdasarkan berbagai rekaman CCTV yang beredar luas di media sosial, para pelaku kini tidak lagi segan beraksi di siang bolong maupun di lingkungan yang tergolong ramai. Fenomena ini memicu keresahan warga yang merasa keamanan kendaraan mereka terancam meski sudah diparkir di depan rumah atau area publik.

Identitas para pelaku sulit dikenali karena mereka kerap menggunakan atribut yang sangat tertutup untuk mengelabui kamera pengawas. Dalam banyak rekaman, terlihat para eksekutor sengaja mengenakan jaket yang menutupi hingga bagian kepala, masker medis atau buff, serta helm. Penampilan serba tertutup ini menjadi pola umum yang bertujuan agar wajah mereka tidak teridentifikasi oleh pihak kepolisian maupun warga sekitar.

- Advertisement -

Tak hanya pakaian, sarana transportasi yang digunakan para pelaku juga memiliki ciri khusus yang mencurigakan. Biasanya, mereka mengendarai sepeda motor tanpa plat nomor polisi, baik di bagian depan maupun belakang. Hal ini dilakukan secara sengaja untuk memutus jejak pelacakan kendaraan jika sewaktu-waktu mereka terekam oleh kamera pemantau di jalan raya setelah melakukan aksinya.

Baca Juga : Lahan Pertanian di Pancur Batu Disalahgunakan Jadi Sarang Narkoba, Pengedar Diringkus Polisi

Hasbi, salah seorang pengemudi ojek online yang sering mangkal di kawasan Johor, Medan, memberikan kesaksian mengenai pola gerakan para pelaku ini. Menurut pengamatannya di lapangan, modus yang dijalankan sebenarnya cukup sama. Para pelaku biasanya bergerak secara berkelompok, minimal dua orang, dengan peran yang sudah terbagi jelas antara joki dan eksekutor. “Sebenarnya pelaku-pelaku curanmor ini modus dan ciri-cirinya begitu saja. Modusnya itu naik motor berdua, lihat kiri dan kanan memantau kondisi. Mereka mengincar motor yang terparkir tanpa kunci tambahan, kemudian langsung beraksi dengan cepat,” ujar Hasbi saat diwawancarai mengenai situasi keamanan di wilayah kerjanya.

Lebih lanjut, Hasbi menjelaskan bahwa ciri fisik para pelaku kini lebih mudah ditandai berkat banyaknya bukti dari rekaman CCTV yang tersebar. Ia menyebutkan bahwa masyarakat sebenarnya bisa menaruh curiga jika melihat dua orang berboncengan dengan pakaian yang sangat tertutup meski cuaca tidak sedang dingin atau hujan. “Ciri-cirinya kelihatan lah sedikit, pakai pakaian tertutup sampai kepala, pakai masker, dan motornya tidak ada plat,” tambahnya.
Kekhawatiran Hasbi dan rekan-rekan seprofesinya kian meningkat seiring dengan mendekatnya hari besar keagamaan. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, angka kriminalitas jalanan, terutama curanmor, cenderung mengalami peningkatan signifikan menjelang hari lebaran. Hasbi memprediksi bahwa para pelaku akan semakin nekat melancarkan aksinya demi mencari keuntungan instan di tengah kebutuhan masyarakat yang meningkat.

Melihat situasi yang semakin rawan ini, warga Medan dihimbau untuk lebih waspada dan tidak hanya mengandalkan kunci stang bawaan pabrik. Penggunaan kunci ganda, gembok tambahan pada piringan cakram, hingga pemasangan pelacak GPS sangat disarankan guna mempersempit ruang gerak para pelaku curanmor yang kini tengah merajalela di sudut-sudut kota. (Febrian)

Warta Terbaru

Bupati Labusel Lepas Funy Run BKPRMI, Lanjutkan Olahraga Bersama Masyarakat

Wartalive co.id, LABUHANBATU SELATAN --- Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel), Fery Sahputra Simatupang, melepas peserta Funy Run yang diselenggarakan oleh...

Artikel Menarik Lainnya