Tuesday, October 13, 2026

Bus Kuning Bermuatan Berlebih Nekat Lintasi Jalur Ekstrem Medan-Berastagi

Baca Juga

Wartalive.co.id – Sebuah pemandangan mengkhawatirkan tertangkap kamera di kawasan Padang Bulan menuju jalur lintas pegunungan (28/2). Satu unit bus angkutan umum berwarna kuning terlihat melintas dengan tumpukan barang yang menggunung di atas atapnya. Kondisi ini memicu kekhawatiran karena muatan tersebut terlihat tidak stabil dan hanya diikat seadanya.

Muatan berlebih yang diletakkan di atap bus tersebut hanya dikaitkan menggunakan tali yang tampak rawan terlepas. Ikatan yang ala kadarnya ini dinilai sangat rawan terlepas atau bahkan putus sewaktu-waktu. Hal ini tentu menjadi ancaman serius, tidak hanya bagi penumpang yang ada di dalam bus, tetapi juga bagi pengendara lain yang berada tepat di belakang armada tersebut.

- Advertisement -

Kekhawatiran semakin memuncak mengingat bus kuning tersebut sedang melaju ke arah Berastagi. Jalur Medan-Berastagi dikenal memiliki karakteristik medan yang cukup berat dengan tanjakan yang terjal dan tikungan tajam yang berkelok-kelok. Beban berat di bagian atas bus secara otomatis akan mengganggu keseimbangan kendaraan saat menanjak maupun bermanuver di tikungan.

Baca Juga : Lahan Pertanian di Pancur Batu Disalahgunakan Jadi Sarang Narkoba, Pengedar Diringkus Polisi

Potensi kecelakaan akibat barang jatuh menjadi risiko utama yang menghantui perjalanan ini. Jika tali pengikat putus saat bus sedang berakselerasi di tanjakan, barang bawaan tersebut bisa meluncur bebas ke arah jalan raya. Selain risiko barang jatuh, muatan yang terlalu tinggi juga memperbesar kemungkinan bus terguling karena pusat gravitasi kendaraan yang berpindah ke atas.

Seorang warga sekitar, Ledy, mengungkapkan bahwa pemandangan bus dengan muatan “overload” seperti ini merupakan santapan sehari-hari di kawasan Padang Bulan. Menurutnya, bus-bus tersebut mengangkut berbagai macam barang tanpa memperhitungkan aspek keselamatan. Mulai dari paket kargo, tumpukan buah-buahan, hingga karung-karung berukuran besar kerap terlihat bertengger di atap bus. “Bus yang muatan berlebih sudah sering lah lewat di Padang Bulan ini. Muatannya berbagai jenis, ada kargo, buah, karung-karung, koper, sampai motor juga ada ditaruh mereka di atas atap bus,” ujar Ledy.

Lihat Juga : Pertamina Sumbagut Siaga Lonjakan Konsumsi LPG Jelang Ramadan 2026

Ledy juga menjelaskan perbedaan kapasitas angkut berdasarkan ukuran bus yang melintas. Menurut pengamatannya, bus berukuran besar seperti PO Murni, Sinabung, atau Makaro biasanya berani mengangkut barang yang lebih ekstrem seperti sepeda motor. Sementara itu, bus kuning berukuran kecil biasanya lebih sering mengangkut hasil bumi seperti buah-buahan dan karung berisi barang dagangan.

Meskipun tindakan ini jelas melanggar aturan lalu lintas dan keselamatan jalan raya, Ledy menyebut bahwa masyarakat seolah sudah mati rasa dengan pemandangan tersebut. “Walaupun melanggar, hal itu sudah jadi kebiasaan saja bagi mereka. Melihatnya saja sudah tidak heran lagi,” tutupnya dengan nada pasrah, menggambarkan betapa normalnya pelanggaran keselamatan ini di mata publik. (Febrian)

Warta Terbaru

Bupati Labusel Lepas Funy Run BKPRMI, Lanjutkan Olahraga Bersama Masyarakat

Wartalive co.id, LABUHANBATU SELATAN --- Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel), Fery Sahputra Simatupang, melepas peserta Funy Run yang diselenggarakan oleh...

Artikel Menarik Lainnya