Tuesday, October 13, 2026

Trotoar Jalan Setia Budi Medan Dikepung Parkir Liar, Pejalan Kaki Terusir ke Aspal

Baca Juga

Wartalive.co.id – Fasilitas publik yang seharusnya diperuntukkan bagi pejalan kaki di sepanjang Jalan Setia Budi, Medan, kini beralih fungsi menjadi lahan parkir kendaraan bermotor. Berdasarkan pantauan di lokasi pada Kamis (26/3), puluhan sepeda motor tampak berjejer rapi di atas trotoar, menutup akses utama bagi warga yang melintas di kawasan tersebut.

Kondisi ini terlihat sangat memprihatinkan karena jumlah kendaraan yang terparkir bukan lagi satu atau dua unit, melainkan memenuhi hampir seluruh badan trotoar. Akibatnya, fungsi estetika dan keamanan dari jalur khusus pejalan kaki tersebut hilang sepenuhnya, berganti menjadi pemandangan deretan mesin yang tak beraturan.

- Advertisement -

Para pejalan kaki yang hendak melintas terpaksa harus mengalah dan turun ke badan jalan raya. Hal ini tentu meningkatkan risiko keselamatan bagi masyarakat, mengingat arus lalu lintas di Jalan Setia Budi tergolong sangat padat, terutama pada jam-jam sibuk saat kendaraan roda dua dan roda empat melaju dengan kecepatan tinggi.

Baca Juga : Arus Balik Libur Panjang, Simpang Selayang hingga Simpang Pemda Macet Panjang

Dara, salah satu warga yang tinggal di sekitar kawasan tersebut, mengungkapkan kekesalannya terhadap fenomena ini. Ia menilai para pemilik kendaraan seolah menutup mata terhadap hak-hak masyarakat luas yang ingin berjalan dengan aman tanpa harus bersinggungan langsung dengan kendaraan di aspal.

“Orang yang memarkirkan kendaraannya di trotoar untuk pejalan kaki itu orang yang minim kesadaran. Mereka menutup habis trotoarnya, sampai pejalan kaki harus turun ke aspal untuk berjalan,” ujar Dara saat ditemui di lokasi, Kamis (26/3).

Lebih lanjut, Dara menyampaikan bahwa warga seringkali merasa serba salah untuk menegur langsung para pelanggar tersebut. Ada kekhawatiran bahwa teguran justru akan memicu konflik verbal atau ketersinggungan dari pihak pemilik kendaraan yang tidak merasa bersalah.

“Nanti kalau kita marahin, mereka malah jadi tersinggung. Lebih bagus sadar sendiri sajalah tanpa perlu diingatkan keras-keras,” tambah Dara dengan nada kecewa sembari berharap ada perubahan perilaku dari para pengendara motor tersebut.

Masyarakat berharap pemerintah kota segera mengambil tindakan tegas agar trotoar kembali pada fungsi aslinya sebagai ruang publik yang aman dan nyaman bagi pejalan kaki. (Febrian)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya