Wartalive.co.id – Kemacetan panjang melanda ruas jalan lintas mulai dari kawasan Simpang Selayang hingga menuju Simpang Pemda, Medan, pada Rabu (25/3) Sore. Antrean kendaraan terlihat mengular hingga beberapa ratus meter akibat lonjakan volume kendaraan yang datang dari arah Berastagi menuju pusat Kota Medan. Ribuan kendaraan roda dua maupun roda empat tampak merayap perlahan, memenuhi setiap sisi aspal sejak pagi hari.
Kondisi ini dipicu oleh membludaknya masyarakat yang baru kembali dari kawasan wisata Berastagi dan sekitarnya. Meskipun puncak libur panjang telah berakhir pada Selasa kemarin, arus kendaraan justru terlihat masih sangat padat hingga hari ini. Hal ini mengakibatkan waktu tempuh yang biasanya hanya memakan waktu singkat, kini membengkak hingga berjam-jam bagi para pengendara yang terjepit di tengah kemacetan.
Seorang warga lokal yang tinggal di sekitar kawasan tersebut, Brema, memberikan pandangannya terkait fenomena yang rutin terjadi ini. Menurutnya, pemandangan jalanan yang berubah menjadi “lautan kendaraan” bukanlah hal yang mengejutkan bagi warga setempat. Area tersebut memang menjadi titik pertemuan utama bagi para pelancong yang ingin kembali ke berbagai penjuru kota.
Baca Juga : Wali Kota Padangdisimpuan Turun Langsung, Pantau Layanan Publik Usai Libur Lebaran
“Kalau selesai libur panjang, sudah biasa macet di sini. Kendaraan dari arah Berastagi yang mau menuju Setia Budi, Sunggal, atau Ringroad pasti lewat sini. Jadi kami sudah biasa melihat ramainya,” ujar Brema saat ditemui di sela-sela kesibukan lalu lintas di kawasan Simpang Selayang. Ia menambahkan bahwa volume kendaraan kali ini memang terasa cukup signifikan dibanding hari-hari biasa.
Menariknya, kepadatan yang terjadi pada hari Rabu ini disinyalir karena adanya strategi dari para pemudik dan wisatawan. Meskipun tanggal merah atau libur resmi telah usai pada hari Selasa, banyak masyarakat yang sengaja memilih menunda kepulangan mereka. Langkah ini diambil dengan harapan bisa menghindari kemacetan parah yang diprediksi terjadi pada puncak arus balik kemarin.
Namun, prediksi tersebut tampaknya tidak sepenuhnya membuahkan hasil, mengingat jumlah masyarakat yang memiliki pemikiran serupa ternyata cukup banyak. Alhasil, penumpukan kendaraan tetap terjadi pada hari Rabu karena besarnya jumlah pemudik yang baru bergerak secara bersamaan. Akibatnya, titik-titik krusial seperti Simpang Pemda tetap menjadi pusat kepadatan yang sulit terurai dengan cepat.
Masyarakat yang hendak melintasi jalur Simpang Selayang diimbau untuk mencari jalur alternatif atau memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima guna mengantisipasi antrean yang lebih lama. (Febrian)

