Tuesday, October 13, 2026

Polrestabes Medan Gagalkan Penyelundupan 50 Kg Sabu Jaringan Thailand

Baca Juga

Wartalive.co.id – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Medan kembali menunjukkan komitmen tegas dalam memberantas peredaran gelap narkotika skala internasional. Dalam operasi terbaru, petugas berhasil menggagalkan penyelundupan sabu seberat 50 kilogram yang direncanakan akan diedarkan secara masif di wilayah Pulau Sumatera.

Keberhasilan besar ini merupakan hasil pengembangan dari pengungkapan kasus sebelumnya. Awalnya, petugas mengamankan barang bukti berupa 2 kilogram sabu di kawasan Jalan Setia Budi, Medan. Dari penangkapan tersebut, tim melakukan pendalaman intensif untuk melacak jaringan yang lebih luas hingga ke akar-akarnya.

- Advertisement -

Berdasarkan hasil interogasi dan penyelidikan, petugas mendapatkan informasi mengenai adanya upaya penyelundupan narkoba dalam jumlah besar yang berasal dari Thailand. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim Satresnarkoba Polrestabes Medan segera bergerak menuju kawasan Aceh Utara guna melakukan pengejaran dan pengintaian.

Baca Juga : SDABMBK Medan Gelar Sertifikasi K3, Tingkatkan Kompetensi Pekerja Konstruksi

Kasatresnarkoba Polrestabes Medan, Kompol Rafli Yusuf, menjelaskan bahwa timnya menempuh perjalanan darat selama 7 jam dari Medan menuju lokasi target. Selama 3 hari 4 malam, petugas melakukan pemantauan ketat di wilayah pesisir Aceh Utara yang selama ini dikenal sebagai destinasi wisata namun disalahgunakan oleh jaringan ini.

Dalam penyergapan tersebut, dua orang pelaku berhasil diringkus bersama barang bukti 50 kilogram sabu. Para pelaku diketahui memanfaatkan pelabuhan rakyat atau titik sandar di kawasan pantai wisata sebagai pintu masuk utama untuk menghindari kecurigaan petugas serta pengawasan ketat di pelabuhan resmi.

Berdasarkan pengakuan tersangka, barang haram tersebut dikirim langsung dari Thailand melalui jalur laut. Ironisnya, aksi ini bukanlah yang pertama kali dilakukan; para pelaku mengaku bahwa penyelundupan kali ini merupakan pengiriman ketiga kalinya yang berhasil mereka lakukan sebelum akhirnya terendus pihak kepolisian. ” narkoba ini berasal dari thailand, pengakuan dari yang bersangkutan, ini pengiriman ke-3 kalinya.” ujar Rafli. (13/4)

Lihat Juga : Hadiri Musrenbang RKPD Sumut 2027, Bupati Labusel Terima Penghargaan dari Mendagri

Motif ekonomi menjadi alasan utama para kurir ini nekat terlibat dalam jaringan internasional. Kompol Rafli mengungkapkan bahwa para pelaku diiming-imingi upah yang sangat fantastis, yakni mencapai Rp600 juta, untuk memastikan puluhan kilogram sabu tersebut sampai ke tangan pemesan di Pulau Sumatera. “kurir di iming-imingi upah Rp600 juta. Barang haram ini akan diedarkan di pulau Sumatera.” ujar Rafli, Senin, (13/4).

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pengembangan lebih lanjut terhadap kasus besar ini. Fokus utama penyidik adalah memburu pelaku lain yang terlibat, terutama sosok pengendali utama atau bandar besar yang mengatur seluruh alur distribusi narkoba dari luar negeri tersebut.(febrian)

Sumber: satresnarkoba medan

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya