Wartalive.co.id – Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan resmi menyelenggarakan agenda Pembekalan serta Uji Sertifikasi bagi tenaga kerja konstruksi. Acara ini menyasar dua kualifikasi penting, yakni Supervisor K3 Konstruksi (Jenjang 5) dan Petugas K3 Konstruksi (Jenjang 3).
Kegiatan yang berlangsung di Swiss-Belinn Hotel pada Selasa (14/4) tersebut merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam memastikan standar keamanan kerja di lapangan. Plt. Kepala Dinas SDABMBK Kota Medan, Ferri Ichsan, hadir langsung untuk membuka rangkaian acara secara resmi.
Dalam sambutannya, Ferri Ichsan menegaskan bahwa agenda ini adalah wujud nyata komitmen Pemerintah Kota Medan dalam membenahi kualitas sumber daya manusia (SDM). Fokus utama program ini adalah meningkatkan daya saing para pekerja di sektor jasa konstruksi agar selaras dengan standar nasional.
Baca Juga : Oknum Guru Jadi Bandar Narkoba, Polda Sumut Sita 2 Kg Sabu
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan terkait, di antaranya Kepala Bidang Bina Konstruksi, Fakhrul, serta perwakilan Dewan K3 Provinsi Sumatera Utara, Anizar. Kehadiran para ahli ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas instansi dalam mengawal isu keselamatan kerja.
Selain itu, tampak hadir perwakilan dari Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumut, Rajani, dan Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan, Baikuni. Peserta yang mengikuti sertifikasi ini terdiri dari berbagai elemen, baik pegawai internal Dinas SDABMBK maupun tenaga profesional dari pihak eksternal.
Tujuan utama dari pembekalan ini adalah untuk memperdalam pemahaman peserta mengenai regulasi dan standar K3 yang berlaku. Para peserta dibekali materi intensif mengenai sistem manajemen keselamatan kerja agar mampu beroperasi secara terstruktur dan legal di lingkungan proyek.
Lihat Juga : Pelanggaran Garis Henti di Simpang Ringroad-Bunga Asoka Kian Meresahkan
Lebih jauh lagi, sertifikasi ini diharapkan dapat mempertajam keahlian teknis para pekerja dalam melakukan mitigasi bahaya. Kemampuan untuk mengidentifikasi dan mengendalikan risiko di lapangan menjadi poin krusial demi menekan angka kecelakaan kerja seminimal mungkin. “Melalui pembekalan dan sertifikasi ini, diharapkan para peserta mampu memahami standar dan regulasi K3, sistem manajemen keselamatan kerja, serta meningkatkan kemampuan dalam mengidentifikasi dan mengendalikan risiko di lapangan.” ujar Ferry.
Dinas SDABMBK Kota Medan berharap upaya berkelanjutan ini mampu melahirkan tenaga kerja yang tidak hanya profesional, tetapi juga kompeten. Hal ini dilakukan demi mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di Kota Medan yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan.(febrian)

