Wartalive.co.id – Kawasan wisata Berastagi kembali menjadi sorotan, namun kali ini bukan karena keindahan alamnya, melainkan karena konflik ruang antara pengguna jalan dan penyedia jasa permainan skuter. Memasuki akhir pekan ini, tepatnya pada Minggu (26/4), aktivitas bermain skuter di jalan masuk menuju arah Pemerasan Susu Berastagi dilaporkan mulai mengganggu kelancaran lalu lintas kendaraan bermotor yang melintas di jalur tersebut.
Kondisi jalan yang cenderung sempit dan menanjak di area tersebut kini dipenuhi oleh wisatawan yang asyik berseluncur dengan skuter listrik maupun manual. Hal ini memicu keresahan bagi para pengemudi mobil dan sepeda motor yang ingin menuju lokasi wisata atau pemukiman warga. Ketidakteraturan para pemain skuter yang menggunakan badan jalan secara penuh menjadi titik utama permasalahan yang dikeluhkan oleh masyarakat.
Harun, salah seorang pemilik kendaraan yang kebetulan melintasi jalur tersebut, mengungkapkan kekesalannya terhadap situasi yang ia hadapi. Menurutnya, keberadaan para pemain skuter di jalur utama sangat menghambat mobilitas kendaraan. Harun merasa bahwa area yang seharusnya menjadi jalur distribusi kendaraan kini telah beralih fungsi menjadi arena bermain yang tidak resmi tanpa pengawasan yang ketat.
Baca Juga : Tapanuli Selatan Sabet Penghargaan Nasional: Juara II Penanganan Stunting dan Kemiskinan
“Yang main skuter di jalan ini sangat mengganggu kendaraan yang lewat. Mereka mainnya juga tidak di pinggir, malah sering di tengah jalan sehingga menutup ruang gerak mobil. Kan berbahaya, apalagi jalur ini cukup sibuk saat hari libur,” ujar Harun saat memberikan keterangannya di lokasi, Minggu (26/4).
Lebih lanjut, Harun menambahkan bahwa tingkat kesadaran para pemain skuter terhadap keselamatan bersama masih sangat rendah. Meski sudah diberikan peringatan berupa suara klakson, banyak dari mereka yang seolah tidak peduli dan tetap melaju di tengah jalan. Ia khawatir jika kondisi ini terus dibiarkan, kecelakaan ringan maupun fatal bisa saja terjadi sewaktu-waktu.
“Sudah diklakson juga kadang mereka tidak peduli, tetap saja di tengah. Yang kami takutkan itu kalau kena senggol, nanti mereka malah yang marah-marah. Padahal posisinya mereka yang memakan jalan kendaraan. Ini kan jadi serba salah bagi kami pengguna jalan,” tambah Harun dengan nada sedikit kecewa.
Di sisi lain, Mifta, salah seorang pengunjung yang sedang berada di kawasan tersebut, mengakui bahwa fenomena keramaian skuter ini memang menjadi pemandangan rutin setiap akhir pekan. Ia tidak menampik bahwa pada hari Sabtu dan Minggu, jumlah penyewa skuter meningkat drastis, sehingga kepadatan di jalan masuk arah Pemerasan Susu tersebut tidak terelakkan lagi.
Baca Juga : Depresi Akibat Ditelantarkan Keluarga, Lansia di Tapanuli Tengah Rekayasa Aksi Begal
“Memang hari Sabtu dan Minggu sangat ramai orang main skuter di sini. Kalau ada kendaraan yang mengeluh, itu kembali lagi ke pribadi masing-masing orang yang main skuternya. Seharusnya mereka sadar posisi dan punya etika saat menggunakan jalan umum agar tidak merugikan orang lain,” kata Mifta menanggapi situasi tersebut.
Mifta juga menyarankan agar para pemain skuter lebih peka terhadap situasi di sekitar mereka, terutama saat ada kendaraan yang ingin lewat. Menurutnya, koordinasi yang baik antara penyedia jasa skuter dan kesadaran wisatawan adalah kunci agar wisata Berastagi tetap nyaman bagi semua pihak. Ia berharap ada aturan yang lebih jelas mengenai pembagian jalur antara kendaraan dan area bermain.
“Maunya kalau tahu ada kendaraan di belakangnya, yang main skuter ini pinggir dululah. Berhenti sebentar atau kasih jalan untuk kendaraan lewat. Jangan sampai kesenangan kita bermain malah menyusahkan orang lain yang punya kepentingan di jalan ini,” pungkas Mifta menutup pembicaraan.(Febrian)

