Tuesday, October 13, 2026

Trotoar di Jalan Brigjen Katamso: Pejalan Kaki Terpinggirkan oleh Deretan Parkir Liar

Baca Juga

Wartalive.co.id — Kondisi trotoar di sepanjang Jalan Brigjen Katamso kini semakin memprihatinkan akibat maraknya kendaraan bermotor yang parkir sembarangan. Fasilitas yang seharusnya diperuntukkan bagi pejalan kaki tersebut beralih fungsi menjadi lahan parkir pribadi maupun komersial. Pemandangan motor dan gerobak kopi keliling yang berjejer rapi hingga menutup sebagian akses jalan bagi kaum pedestrian menjadi pemandangan sehari-hari yang seolah dianggap lumrah oleh para pengendara (27/4).

Ketidaktertiban ini memicu keluhan dari berbagai pihak, termasuk para pedagang yang beraktivitas di sekitar lokasi. Mereka menyaksikan langsung bagaimana para pejalan kaki harus mengalah dan turun ke badan jalan yang padat kendaraan demi menghindari motor yang terparkir di trotoar. Hal ini tentu meningkatkan risiko kecelakaan bagi masyarakat yang hanya ingin berjalan kaki dengan aman dan nyaman.

- Advertisement -

Yeni, salah satu pedagang di sekitar Jalan Brigjen Katamso, menyuarakan keprihatinannya terhadap rendahnya kesadaran pemilik kendaraan. Ia berharap para pengendara bisa lebih bijak dalam menempatkan kendaraannya tanpa harus merampas hak orang lain. “Lebih sadar lagi lah kalau mau parkir. Jangan di atas trotoar untuk jalan kaki. Kasihan juga kan mereka, sudah disediakan tempat untuk pejalan kaki, tapi malah jadi parkiran,” ujar Yeni dengan nada kecewa.

Baca Juga : Tinju Malam di Panyabungan, Pemuda Gaungkan Perlawanan terhadap Narkoba

Namun, di sisi lain, fenomena ini tidak hanya didominasi oleh kendaraan roda dua. Menurut pengamatan warga dan pekerja di lapangan, pelanggaran ini melibatkan berbagai jenis kendaraan yang memiliki kepentingan berbeda-beda. Trotoar yang seharusnya steril kini menjadi area multifungsi yang semrawut, mulai dari tempat parkir hingga lokasi bongkar muat barang.

Hendrik, seorang driver ojek online (ojol) yang sering mangkal di kawasan tersebut, mengungkapkan bahwa pelanggaran ini terjadi secara masif. Menurutnya, pemandangan ini merata di sepanjang jalan protokol tersebut. “Di sepanjang Brigjen Katamso ini banyak lah kendaraan yang parkir di trotoar. Tidak hanya motor saja, ada mobil, truk nurunkan barang,” ungkap Hendrik saat ditemui di lokasi.

Hendrik tidak menampik bahwa para driver ojol terkadang terpaksa ikut memarkirkan kendaraannya di atas trotoar. Alasan utamanya adalah minimnya fasilitas parkir yang disediakan oleh pemilik usaha atau tempat makan di area tersebut. Hal ini menciptakan dilema bagi para driver yang harus tetap siaga menunggu pesanan namun tidak memiliki lahan parkir resmi yang memadai.

Baca Juga : 10 Hektare Sawah di Naga Juang Rusak, Petani Kehilangan Penghasilan

Faktor keamanan juga menjadi alasan krusial mengapa trotoar dipilih sebagai lahan parkir darurat. Ketakutan akan aksi kriminalitas seperti pencurian motor membuat para pengendara lebih memilih memarkirkan kendaraan di tempat yang mudah diawasi. “Kami lebih memilih parkir di trotoar ketimbang parkir di badan jalan, karena kalau di badan jalan lebih jauh, takut tidak kelihatan. Kan marak pencurian sepeda motor,” tambah Hendrik menjelaskan alasannya.

Meskipun alasan keamanan dan keterbatasan lahan sering menjadi pembelaan, publik berharap adanya tindakan tegas dari pihak berwenang untuk mengembalikan fungsi trotoar. Dibutuhkan solusi komprehensif, baik dari sisi penegakan hukum maupun penyediaan kantong parkir yang memadai, agar pejalan kaki tidak terus-menerus dikorbankan di tengah hiruk-pikuk lalu lintas Jalan Brigjen Katamso.(Febrian)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya