Wartalive.co.id – Kondisi memprihatinkan dialami para pelajar di Desa Sibio-bio, Kabupaten Tapanuli Tengah. Demi tetap mengikuti kegiatan belajar, mereka terpaksa menantang bahaya dengan menyeberangi sungai berarus deras akibat rusaknya jembatan penghubung antar desa, (2/5/2026)
Jembatan darurat yang sebelumnya menjadi akses utama menuju Desa Muara Aek Sibuntuon dilaporkan ambruk setelah diterjang banjir beberapa waktu lalu. Sejak itu, jalur transportasi warga lumpuh total dan memaksa masyarakat mencari alternatif seadanya.
Setiap hari, para pelajar harus turun langsung ke sungai dengan kondisi air yang cukup tinggi dan arus yang kuat. Mereka berjalan perlahan sambil saling membantu agar tidak terpeleset atau terseret arus.
Untuk menghindari seragam basah, sebagian siswa memilih mengganti pakaian setelah tiba di seberang. Namun, risiko keselamatan tetap menjadi ancaman utama dalam perjalanan mereka menuju sekolah.
Salah seorang siswa, Benny, mengungkapkan bahwa kondisi ini membuat aktivitas belajar terganggu. Selain sering terlambat, rasa khawatir juga terus menghantui saat harus menyeberangi sungai.
“Kalau arusnya besar, kami takut. Tapi mau bagaimana lagi, kami tetap harus sekolah,” ujarnya.
Tidak hanya pelajar, warga juga mengalami kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Sepeda motor bahkan harus diangkat bersama-sama agar bisa melewati aliran sungai.
Baca Juga : Polres Madina Bongkar Markas Sabu di Sipolu-polu, Satu Pria Diamankan
Kerusakan jembatan dipicu curah hujan tinggi yang melanda wilayah Tapanuli Tengah dalam beberapa pekan terakhir. Jembatan yang dibangun secara swadaya itu tidak mampu menahan derasnya arus air.
Masyarakat kini berharap adanya perhatian serius dari pemerintah untuk segera membangun jembatan permanen atau setidaknya fasilitas penyeberangan yang lebih aman. Pasalnya, jika hujan kembali turun, desa tersebut berisiko terisolasi total.(Sry)
Sumber: RRI

