Wartalive.co.id – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal bergerak cepat merespons musibah kebakaran yang melanda Desa Lumban Pinasa, Kecamatan Siabu. Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution, turun langsung menyerahkan bantuan sekaligus memastikan penanganan korban berjalan optimal, (5/5/2026).
Bantuan yang disalurkan merupakan kolaborasi Pemkab Madina bersama Palang Merah Indonesia (PMI), sebagai langkah awal meringankan beban warga terdampak.
Dalam arahannya, Wabup Atika menekankan pentingnya percepatan penanganan administrasi korban, terutama dokumen penting yang ikut terbakar saat kejadian.
“Seluruh dokumen kependudukan harus segera diurus kembali. Ini penting agar warga tetap bisa mengakses layanan publik,” tegasnya.
Ia juga meminta Dinas Sosial mempercepat proses pencairan bantuan lanjutan, termasuk bantuan uang tunai dari pemerintah daerah agar segera diterima para korban.
Baca Juga : Pemko Padangsidimpuan Siapkan HUNTAP untuk 1.133 KK Terdampak Bencana
Selain itu, Atika mengajak masyarakat sekitar untuk memperkuat solidaritas sosial melalui gotong royong membantu pembangunan kembali rumah warga yang terdampak.
“Kita harapkan kepedulian bersama, baik dari masyarakat maupun para dermawan, agar beban saudara-saudara kita ini bisa lebih ringan,” ujarnya.
Menyoroti tingginya risiko kebakaran, terutama di musim kemarau, Wabup Atika kembali mengingatkan masyarakat agar lebih waspada. Ia menekankan pentingnya memastikan api benar-benar padam setelah membakar sampah serta penggunaan instalasi listrik yang aman guna menghindari korsleting.
Dalam kesempatan tersebut, Atika juga mengungkapkan rencana Pemkab Madina untuk mengkaji program asuransi rumah bagi warga. Program ini dinilai penting sebagai bentuk perlindungan jangka panjang bagi masyarakat dari risiko kebakaran.
“Ke depan, kami sedang menyiapkan kajian agar ada perlindungan berupa asuransi rumah, dengan target sekitar 100 hingga 150 unit per tahun,” jelasnya.
Baca Juga : Lubang Menganga di Simpang Ringroad Medan Ganggu Arus Lalu Lintas
Diketahui, kebakaran yang terjadi pada 2 Mei 2026 itu menghanguskan tiga unit rumah milik Molken Pakpahan, Elly Napitupulu, dan Jonhes Samosir. Sementara satu rumah milik Rahmat Harepa mengalami kerusakan pada bagian dinding.
Pemkab Madina memastikan akan terus melakukan pendampingan kepada para korban hingga proses pemulihan selesai, sekaligus memperkuat langkah-langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.(Sry)

