Wartalive.co.id — Arus lalu lintas di kawasan Simpang Universitas Sumatera Utara (USU), Padang Bulan, Medan, kian hari dinilai semakin rawan bagi para pengguna jalan. Hal ini dipicu oleh ulah sebagian besar sopir angkutan kota (angkot) yang kerap berkendara secara ugal-ugalan. Kurangnya kesadaran akan keselamatan berlalu lintas dari para pengemudi angkot tersebut kini menjadi sorotan tajam bagi masyarakat yang melintas setiap harinya.
Kondisi ini diperparah dengan kebiasaan para sopir angkot yang sering memotong jalur secara tiba-tiba demi mendapatkan penumpang. Simpang USU yang sejatinya sudah padat oleh kendaraan mahasiswa dan pekerja, kerap kali macet total akibat angkot yang berhenti berlama-lama di tikungan jalan. Manuver berbahaya ini tidak jarang memicu kepanikan hingga kecelakaan kecil bagi pengendara roda dua maupun roda empat.
Keresahan ini dirasakan langsung oleh kalangan akademisi yang beraktivitas di sekitar lokasi. Dwi, salah satu mahasiswa USU, mengungkapkan rasa was-wasnya setiap kali harus berpapasan dengan moda transportasi umum tersebut di jalan raya. Menurutnya, perilaku berkendara para sopir angkot di Kota Medan sudah sangat memprihatinkan dan sulit diprediksi.
Baca Juga : Pak Ogah di Simpang PDAM Sunggal Tuai Pro-Kontra, Macet Jadi Sorotan
“Semua angkot di Medan sudah pasti ugal-ugalan. Kami juga takut kalau sudah di sebelah angkot, takut angkotnya pinggir tiba-tiba, takut angkotnya rem mendadak. Lebih bagus ngejauh sajalah,” ujar Dwi (26/5).
Ketakutan yang sama juga diutarakan oleh para pekerja jalanan yang menghabiskan waktu berjam-jam di kawasan Padang Bulan. Para pengemudi ojek online (ojol) menjadi pihak yang paling sering bergesekan langsung dengan keegoisan para sopir angkot di aspal jalanan. Ketegangan verbal bahkan fisik terkadang sulit dihindari akibat aksi saling potong jalur.
Edi, salah satu pengemudi ojol yang kerap mangkal di sekitar USU, membenarkan bahwa keberadaan angkot yang ugal-ugalan tersebut sering kali memicu konflik. Ia menilai para sopir angkot kerap mengabaikan rambu-rambu dan keselamatan pengendara lain demi kepentingan pribadi mereka.
Lihat Juga : Warga Antusias Saksikan Penyembelihan Kurban Presiden di Manunggang Julu
“Angkot ini memang bikin perkara kalau sudah di jalan. Mereka (supir) itu suka-sukanya aja mau berhenti, belok, tidak ada lihat kiri kanan. Sudah seringlah kami driver ojol ini ribut di jalan sama angkot. Cuma gimanalah, sama-sama nyari makan di jalan juga, jadi males ngelawaninya, sabar-sabar aja. Kalau alasan dia (supir) ngejar target, kami driver ini juga kejar target tiap hari,” tutur Edi (26/5).
Masyarakat berharap pihak dinas perhubungan dan aparat kepolisian setempat segera mengambil tindakan tegas terhadap para sopir angkot yang nakal. Jika pembiaran ini terus berlanjut tanpa adanya sanksi atau penertiban yang konsisten, kawasan Simpang USU Padang Bulan dikhawatirkan akan tetap menjadi titik merah yang mengancam nyawa para pengguna jalan di Kota Medan.(febrian)

