Wartalive.co.id – Pemandangan mengerikan sekaligus membahayakan terlihat di kawasan Jalan Jamin Ginting hingga Jalan AH Nasution, Medan, pada Sabtu (30/5) malam. Sebuah mobil pribadi berwarna putih nekat melintas dengan membawa muatan barang di atas atapnya dengan kapasitas yang sangat tidak wajar. Tingginya tumpukan barang tersebut bahkan hampir menyamai dua kali lipat tinggi fisik mobil itu sendiri.
Aksi nekat pengemudi mobil putih ini sontak menjadi pusat perhatian warga dan pengguna jalan lainnya yang melintas di jalur lintas padat tersebut. Banyak pengendara yang memilih untuk menjaga jarak aman karena khawatir tumpukan barang yang diikat seadanya itu runtuh dan memicu kecelakaan lalu lintas. Muatan yang begitu besar membuat laju kendaraan tampak tidak stabil dan condong ke satu sisi.
Fenomena mobil dengan muatan berlebih atau overload di jalur ini sebenarnya bukan hal baru bagi warga Medan. Namun, volume barang bawaan yang dibawa oleh mobil putih pada malam minggu tersebut dinilai sudah sangat keterlaluan dan melewati batas toleransi keselamatan berkendara di jalan raya.
Baca Juga : Pancasila Harga Mati, Ketua DPRD Minta Pemuda Jaga Keutuhan Bangsa
Kondisi ini turut memancing keresahan dari masyarakat sekitar yang menyaksikan langsung kejadian tersebut. Nabila, salah seorang warga yang kebetulan berada di lokasi, mengaku terkejut saat melihat dimensi muatan yang diangkut oleh mobil putih itu. Menurutnya, ukuran barang bawaan kali ini sudah berada di luar batas kewajaran.
“Sudah sering mobil-mobil yang lewat sini bawa barang di atas mobilnya, tapi gak sampai sebesar itu juga. Kalo yang ini uda kebesaran kali,” ujar Nabila saat dimintai keterangan pada Sabtu malam.
Senada dengan Nabila, para pekerja jalanan dan sopir angkutan yang kerap mangkal di kawasan Medan Johor juga menyoroti bahaya nyata dari kendaraan yang kelebihan muatan tersebut. Mereka menilai aktivitas logistik ilegal menggunakan kendaraan pribadi non-barang ini sangat merugikan kenyamanan publik.
Alwi, salah satu sopir travel yang biasa beroperasi di sekitar kawasan Johor, memberikan pandangannya mengenai asal-usul mobil-mobil bermuatan ekstrem tersebut. Ia menduga kendaraan itu berasal dari pool atau loket bus angkutan umum yang kerap menerima titipan barang dalam jumlah massal.
“Biasanya yang bawa muatan begitu yang dari loket-loket. Kalo loketkan banyak bawakan barangnya, jadi gitulah. Jadi lebih besar barang bawakan di atas mobilnya daripada mobilnya sendiri. Itu kalau jatuh selesailah sudah nimpa orang sampingnya,” ujar Alwi menjelaskan risiko fatal yang mengintai pengguna jalan lain.(febrian)

