Wartalive.co.id — Hujan deras yang disertai angin kencang melanda kawasan Pancur Batu, Medan, pada Kamis (28/5) sore sekitar pukul 16.30 WIB. Cuaca ekstrem yang terjadi secara mendadak ini sempat membuat warga sekitar dan para pengguna jalan panik. Pasalnya, kekuatan angin yang begitu besar mampu merusak berbagai fasilitas umum dan bangunan di sepanjang jalan utama.
Saksi mata di lokasi kejadian melaporkan bahwa langit yang semula hanya mendung berawan, tiba-tiba menumpahkan hujan yang sangat lebat. Tidak berselang lama, angin kencang berputar-putar dan mulai menerbangkan benda-benda ringan. Situasi di sekitar kawasan Pancur Batu seketika berubah mencekam karena jarak pandang para pengendara juga menjadi sangat terbatas.
Dampak dari angin kencang tersebut menyebabkan sejumlah atap seng milik rumah warga dan ruko-ruko berhamburan. Seng yang terbang terbawa angin tidak hanya membahayakan keselamatan warga yang berteduh, tetapi juga berserakan di badan jalan. Hal ini sempat memicu kemacetan panjang karena para pengendara memilih berhenti demi menghindari hantaman material seng.
Baca Juga : Mobil Bermuatan Overload Gegerkan Jalan AH Nasution Medan
Marlon, salah seorang warga sekitar yang menyaksikan langsung kengerian fenomena alam tersebut, mengaku belum pernah melihat angin sekencang itu di daerahnya. Ia mengonfirmasi betapa mencekamnya situasi pada hari Kamis lalu tersebut.
“Kemarin memang kencang kali anginnya, beterbangan seng-seng di sini. Baru kemarin lah angin kencang kali begitu, tidak separah kemarin,” ujar Marlon saat diwawancarai pada Minggu (31/5).
Selain menerbangkan atap seng, amukan angin kencang ini juga merobohkan sebuah papan reklame berukuran cukup besar yang berada di pinggir jalan. Papan reklame yang tidak mampu menahan hantaman angin tersebut tumbang ke arah jalan raya. Nahas, struktur besi tersebut langsung jatuh menimpa satu unit mobil yang sedang melintas atau terparkir di bawahnya.
Kejadian tumbangnya papan reklame ini dibenarkan oleh Mila, salah seorang pedagang kue yang berjualan di sekitar kawasan Pancur Batu. Mila melihat langsung bagaimana angin menghantam tempat usahanya dan merusak kendaraan di depannya.
Lihat Juga : Pancasila Harga Mati, Ketua DPRD Minta Pemuda Jaga Keutuhan Bangsa
“Seng-seng kami ada yang beterbangan yang di depan, ada juga papan reklame di jalan depan ini tumbang nimpa mobil. Memang seram kali hujan anginnya Kamis sore itu,” ujar Mila pilu.
Beruntung, menjelang malam hari intensitas hujan dan angin mulai mereda, sehingga warga bersama petugas terkait dapat segera melakukan evakuasi. Masyarakat langsung turun ke lokasi untuk menyingkirkan puing-puing atap seng yang menghalangi arus lalu lintas.(febrian)

