Wartalive.co.id – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi kian meresahkan para pengemudi angkutan umum dan logistik di Kota Medan. Memasuki hari Jumat (12/6), antrean kendaraan besar tampak mengular panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), salah satunya di kawasan Simpang Pemda, Medan.
Kondisi ini memaksa para awak armada transportasi harus rela membuang waktu berjam-jam di dalam antrean demi mendapatkan pasokan bahan bakar. Mandeknya distribusi solar tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga mulai mengancam pendapatan harian para pekerja jalanan yang menggantungkan hidup dari roda berputar.
Keresahan ini dirasakan langsung oleh Naldi, salah seorang kernet bus yang tengah terdampar di SPBU Simpang Pemda sembari menanti kedatangan truk tangki Pertamina. Ia mengeluhkan kondisi yang kian tidak menentu ini, mengingat armada bus tempatnya bekerja harus segera beroperasi menghantarkan penumpang nanti malam.
Baca Juga : Investasi Menggeliat, PLN Siapkan Tambahan Daya 2,77 MVA
“Sudah sejam lah kami nunggu solar datang. Karena nanti malam brangkat, mau gak mau harus dapat solar. Ntah kenapa susah kali solar akhir ini, asal ada solarnya cepat abis. Mungkin ada yang nimbun atau gimana kurang ngerti juga,” ujar Naldi.
Para sopir truk ekspedisi juga merasakan dampak yang tak kalah berat akibat menipisnya stok solar di ibu kota Sumatra Utara ini. Jul, seorang sopir truk yang ikut terjebak dalam antrean panjang tersebut, mengakui bahwa penurunan pasokan solar di Medan sudah terjadi selama beberapa pekan terakhir.
“Beberapa minggu ini lagi sedikit kali stok solar di medan, kalau ada solar pasti ngantrinya panjang kali. Kami supir ini ya harus ikut antri lah, gak mungkin kami isi dexlite. Harga dex sama solar jauh, berapa kali lipat itu,” ujar Jul yang mengaku terbebani jika harus beralih ke bahan bakar non-subsidi.
Di sisi lain, pihak pengelola SPBU sendiri tidak menampik adanya kekosongan stok yang memicu terjadinya antrean panjang. Kiky, salah satu petugas SPBU Simpang Pemda Medan, menjelaskan bahwa keterlambatan ini terjadi karena tingginya permintaan, sementara proses bongkar muat BBM masih harus menunggu kedatangan armada tangki pengangkut.
Lihat Juga : DPRD Titip Pesan Keras Kepada KONI, Bina Atlet dan Raih Prestasi
“Solar sekarang lagi habis stoknya. Tapi truknya lagi dalam perjalanan kesini. Solar cepat habis karena banyak kali yang antre solar akhir ini. Kami ngisi sesuai barcode yang ada,” ujar Kiky menjelaskan mekanisme penyaluran yang mereka lakukan guna mengantisipasi kecurangan.
Masyarakat, khususnya para pelaku usaha transportasi, sangat berharap pemerintah dan pihak terkait segera turun tangan mengurai benang kusut kelangkaan solar ini agar roda perekonomian kembali berjalan normal.(febrian)

