Monday, October 12, 2026

Pertamax Melambung, Warga Medan: Gaji Tak Naik, Bensin Naik

Baca Juga

Wartalive.co.id – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax kembali memicu reaksi keras dari berbagai lapisan masyarakat di Kota Medan. Kebijakan penyesuaian harga yang dinilai terlalu tinggi ini mulai berdampak langsung pada pengeluaran harian warga. Sejumlah pengendara, terutama mereka yang menggantungkan hidupnya di jalanan, mengaku sangat terpukul dengan keputusan ini (12/6).

Kenaikan yang menyentuh angka Rp4.000 per liter ini dirasa terlalu drastis bagi para pelaku transportasi online. Bagi mereka, BBM bukan lagi sekadar kebutuhan pendukung, melainkan komponen modal utama dalam mencari nafkah sehari-hari. Lonjakan harga yang tiba-tiba ini praktis memangkas pendapatan bersih yang bisa mereka bawa pulang ke rumah.

- Advertisement -

Ihwan, salah seorang driver ojek online (ojol) di Medan, mengeluhkan betapa beratnya situasi saat ini. Menurutnya, sepeda motor keluaran terbaru menuntut perawatan yang lebih sensitif, termasuk dalam urusan pemilihan jenis bahan bakar demi menjaga performa mesin agar tetap prima.

Baca Juga : Antrean Solar Lumpuhkan Mobilitas Angkutan di Medan

"Naiknya drastis juga, 4ribu. Kereta sekarang juga kurang bagus kan isi pertalite, rata-rata harus pertamax. Dari gojeknya juga kan ada minimal umur kereta, gak boleh lebih dari 10 tahun. Tapi ngeliat harga pertamax sekarang, berat kalilah untuk ojol. Pasti pindah ke pertalite lah kalau gini, walau antreannya panjang," ujar Ihwan.

Kondisi dilematis ini tidak hanya dirasakan oleh para pekerja sektor transportasi formal maupun informal. Masyarakat umum yang menggunakan kendaraan pribadi untuk mobilitas harian menuju tempat kerja juga mulai menjerit. Pilihan untuk bermigrasi ke bahan bakar yang lebih murah kini menjadi opsi realistis, meskipun harus mengorbankan waktu demi mengantre.

Hal senada diungkapkan oleh Maulida, salah seorang warga yang ditemui saat sedang mengisi bahan bakar kendaraannya di SPBU Simpang Selayang. Ia mengaku terpaksa tetap memilih Pertamax karena trauma dengan pengalaman buruk yang pernah dialami kendaraannya saat menggunakan bahan bakar bersubsidi.

"Pasti kerasa lah pertamax naik 4ribu gini. Kereta sekarang pakai pertalite gak enak, karena dulu pernah saya isi pertalite keretanya brebet-brebet. Kata orang yamaha jangan isi pertalite. Sekarang full pertamax, tapi lihat harganya segitu agak gimana lah. Semua harga naik, gaji gak naik-naik," keluh Maulida.

Kenaikan harga Pertamax ini diprediksi akan memicu efek domino terhadap daya beli masyarakat Medan secara keseluruhan. Di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, warga berharap pemerintah dan pihak terkait dapat meninjau ulang kebijakan ini atau setidaknya memberikan solusi nyata agar beban hidup masyarakat kelas menengah ke bawah tidak semakin terimpit.(febrian)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya