Wartalive.co.id – Seorang perempuan dewasa bernama Sarianti Manalu (32) ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah di kawasan Jalan Bukit Simarsayang, Kelurahan Losung Batu, Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru, Kota Padangsidimpuan, Minggu (9/8/2026).
Korban yang diketahui bekerja sebagai petani/pekebun dan berdomisili di Kecamatan Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah, diduga meninggal dunia akibat gantung diri.
Informasi dihimpun, penemuan korban diterima Piket SPKT Polres Padangsidimpuan sekitar pukul 14.00 WIB.
Personel kemudian mendatangi lokasi bersama Pamapta, Padal, piket SPKT, piket fungsi serta personel Polsek Hutaimbaru.
Baca Juga : Tingkatkan Nasionalisme, Pemkab Asahan Bagikan 4.905 Bendera Merah Putih
Setibanya di lokasi, petugas menemukan korban sudah diturunkan dari tempat ditemukannya dan diletakkan di ruang tengah rumah.
Petugas selanjutnya melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan sejumlah saksi, serta melakukan olah TKP oleh Tim Identifikasi.
Berdasarkan keterangan saksi Roni Ariandi Jonkennedi Simamora, sekitar pukul 05.00 WIB korban masih sempat berbincang dengan saksi.
Setelah itu korban masuk ke kamar dan mengatakan ingin sendiri serta tidak ingin diganggu oleh siapapun.
Sekitar pukul 12.00 WIB, Okta Mariana meminta bantuan Roni untuk membangunkan korban, namun, korban tidak memberikan respons dari dalam kamar.
Sekitar pukul 13.00 WIB, Roni bersama sejumlah saksi kemudian mendobrak pintu kamar dan mereka menemukan korban dalam kondisi tergantung dengan leher terikat kain sprei. Kemudian korban diturunkan dan dipindahkan ke ruang tengah.
Sementara, pemilik warung, Nur Aidah, mengatakan korban baru sekitar empat hari bekerja di warung tersebut dan selama bekerja, menurutnya tidak ada permasalahan yang terjadi.
Nur Aidah juga mengaku sempat berbincang dengan korban sekitar pukul 05.00 WIB. Saat itu korban menyampaikan ingin sendiri dan tidak ingin diganggu.
Sekitar pukul 05.30 WIB, korban meminta izin untuk beristirahat di kamar belakang dan disarankan agar korban tidak tidur di kamar tersebut, namun korban tetap memilih beristirahat.
Tidak lama kemudian, sekitar pukul 06.00 WIB, Nur Aidah mengaku sempat mendengar suara tangisan dari kamar korban. Namun, ia tidak sempat menanyakan penyebab korban menangis.
Dalam olah TKP, petugas menemukan sehelai kain sprei warna biru bercorak yang terikat pada kayu penyekat kamar. Polisi juga menemukan air seni di lantai kamar.
Selain kain sprei, polisi mengamankan satu unit telepon seluler warna hitam dan satu pasang sandal milik korban yang ditemukan di dalam kamar.
Setelah proses olah TKP selesai, jenazah korban dievakuasi ke RSUD Kota Padangsidimpuan untuk menjalani pemeriksaan medis.
Berdasarkan hasil Visum Et Repertum yang dilakukan dokter RSUD Kota Padangsidimpuan, dr. Rezky Pratiwi Daulay, disebutkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Lihat Juga : Mengembangkan UMKM, Ketua TP PKK Asahan Serahkan Bantuan Kepada Poklak Kelurahan Sentang
Polisi juga telah menyarankan pihak keluarga agar dilakukan autopsi untuk kepentingan penyelidikan, namun, keluarga korban menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi dan membuat surat pernyataan terkait hal tersebut serta menyatakan tidak keberatan atas kematian korban.
Jenazah selanjutnya direncanakan dibawa ke rumah duka atau keluarga korban di wilayah Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Kapolres Padangsidimpuan AKBP Noval N.G Desky yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim Polres Padangsidimpuan AKP Hasiolan Naibaho, Senin (10/8/2026) membenarkan peristiwa tersebut.
” Kami masih melakukan penanganan dan penyelidikan terhadap peristiwa tersebut untuk memastikan seluruh fakta di balik kematian korban, ” terang Kasat. (Lds)

