Thursday, October 15, 2026

PTAR Fasilitasi Dua Jurnalis Tapsel Ikuti Workshop Wartawan UT Group 2026

Baca Juga

Wartalive.co.id, TAPANULI SELATAN – United Tractors (UT) Group menggelar Workshop Wartawan 2026 bertema “Human Journalism in the Age of AI: Strengthening Trust and Media Credibility” di Aula Aryaduta Hotel, Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Kegiatan ini diikuti 50 wartawan dari berbagai media massa untuk memperkuat profesionalisme jurnalistik dan menjaga kepercayaan publik di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI).

- Advertisement -

Dalam kegiatan tersebut, PT Agincourt Resources (PTAR) memfasilitasi dua jurnalis pemenang utama Kompetisi Penulisan Smartabe Connect Biodiversitas 2026 lingkup Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Kota Padangsidimpuan.

Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources, Katarina Siburian Hardono, mengatakan, partisipasi dua jurnalis dari Tapsel dan Padangsidimpuan dalam workshop tersebut menjadi kali ketiga PTAR memfasilitasi wartawan untuk mengikuti kegiatan serupa yang diselenggarakan UT Group.

Baca Juga: Sebanyak 186 Kades di Musi Rawas Ikuti Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa

” Fasilitasi tersebut merupakan bagian dari komitmen PTAR dalam mendukung peningkatan kapasitas dan profesionalisme insan pers, khususnya jurnalis di wilayah operasional perusahaan, ” ujar Katarina.

Menurutnya, fasilitasi ini merupakan bagian dari komitmen PTAR dalam meningkatkan kapasitas dan profesionalisme insan pers, sekaligus memperluas jejaring serta pertukaran pengalaman antar wartawan.

Selain meningkatkan kompetensi jurnalistik, kesempatan ini juga diharapkan dapat memperluas jejaring profesional serta membuka ruang pertukaran pengalaman dengan sesama jurnalis dari berbagai media.

” Partisipasi kedua jurnalis tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman, wawasan, serta pengetahuan baru yang bermanfaat dalam mendukung pekerjaan jurnalistik sehari-hari, ” terangnya.

Katarina menegaskan, workshop Wartawan UT Group merupakan program tahunan yang menjadi wadah untuk mempererat hubungan dan membangun kolaborasi berkelanjutan antara perusahaan dan insan pers dari berbagai media.

Kegiatan ini juga menghadirkan ruang diskusi dan pertukaran wawasan mengenai perkembangan industri media, tantangan jurnalistik, serta isu dan tren terkini dalam dunia kewartawanan.

Disamping itu, workshop tersebut juga menyoroti pentingnya peran jurnalis dalam menjaga kepercayaan publik dan kredibilitas media di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau AI, sesuai dengan tema workshop.

Ia menjelaskan, dalam dunia jurnalistik, AI menawarkan peluang untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja, mulai dari pengumpulan informasi, pengolahan data, hingga membantu proses penyusunan berita.

Namun, pemanfaatan teknologi ini juga menghadirkan tantangan, seperti risiko ketidakakuratan informasi, bias, penyebaran disinformasi, serta persoalan privasi data, hak cipta dan etika jurnalistik.

Karena itu, jurnalis dituntut terus meningkatkan kapasitas dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi tanpa mengabaikan prinsip-prinsip dasar jurnalistik.

Verifikasi fakta, pemikiran kritis, independensi, serta kepatuhan terhadap kode etik tetap menjadi landasan utama dalam menghasilkan pemberitaan yang akurat dan berimbang.

Pemanfaatan AI juga perlu dilakukan secara bijak dan bertanggung jawab, dengan menempatkan teknologi sebagai alat pendukung kerja jurnalistik.

Sementara itu, kendali editorial dan tanggung jawab atas akurasi, keberimbangan, serta kredibilitas pemberitaan tetap berada di tangan manusia.

PTAR memandang media massa sebagai salah satu pemangku kepentingan strategis, baik bagi perusahaan maupun masyarakat.

Oleh sebab itu, penguatan kapasitas jurnalis dinilai penting untuk mendukung terciptanya ekosistem komunikasi yang sehat melalui pemberitaan yang akurat, berimbang, dan berlandaskan etika.

” Melalui program ini, PTAR berharap kedua jurnalis dapat membawa pulang wawasan dan praktik baru mengenai pemanfaatan AI secara tepat dan bertanggung jawab, sehingga mampu mendukung peningkatan kualitas karya jurnalistik sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap media, ” tegasnya.

Di acara pembukaan, Human Capital, Communications & Sustainability Director PT United Tractors Tbk, Ari Sutrisno, mengatakan workshop wartawan merupakan agenda penting perusahaan untuk mempererat silaturahmi, membangun komunikasi terbuka, serta meningkatkan kompetensi insan pers.

Menurutnya, hubungan yang baik dengan media perlu dijaga melalui keterbukaan informasi, komunikasi transparan, dan kesediaan menerima kritik sebagai bahan evaluasi dan pertumbuhan bersama.

Ari menilai perkembangan AI membawa peluang sekaligus tantangan bagi dunia jurnalistik.

Karena itu, wartawan perlu terus belajar dan beradaptasi dengan teknologi tanpa mengabaikan kualitas, integritas, serta tanggung jawab profesi.

Lihat Juga: Pemkab Asahan dan Pengelola Lakukan Koordinasi dan Evaluasi Program MBG

Penguasaan teknologi perlu berjalan seiring dengan integritas, independensi, verifikasi.dan penerapan kode etik agar media tetap menghasilkan pemberitaan yang akurat, berimbang dan terpercaya.

” Kami berharap workshop tersebut menjadi ruang diskusi dan pertukaran pengetahuan yang memberikan manfaat nyata bagi peserta, ” kata Ari

Sementara itu, Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan Dewan Pers, Abdul Manan, menegaskan, pemanfaatan AI dalam jurnalistik harus tetap mengedepankan verifikasi fakta, transparansi, independensi dan keterlibatan manusia.

Menurutnya, AI dapat membantu proses pengumpulan informasi, pengolahan data, hingga produksi berita, tetapi tidak boleh menggantikan peran wartawan dalam memeriksa fakta dan mengambil keputusan editorial.

Informasi yang dihasilkan AI harus diverifikasi karena berpotensi tidak akurat apabila menggunakan data yang keliru atau tidak mutakhir.

Abdul Manan juga menekankan bahwa tanggung jawab atas konten yang dipublikasikan tetap berada pada media, baik berita tersebut dibuat dengan bantuan AI maupun tanpa teknologi tersebut.

Transparansi penggunaan AI, penghormatan terhadap hak cipta, serta kepatuhan terhadap etika jurnalistik juga menjadi aspek penting untuk menjaga kredibilitas media.

Selain tantangan teknologi, ia menyoroti tiga persoalan utama pers Indonesia, yakni kebebasan pers, profesionalisme, dan kesejahteraan ekonomi media.

” Akurasi pemberitaan, perlindungan privasi, serta pencegahan penyalahgunaan profesi wartawan harus menjadi perhatian bersama demi mempertahankan kepercayaan masyarakat, ” tegas Abdul Manan. (Wan)

Warta Terbaru

Sebanyak 186 Kades di Musi Rawas Ikuti Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa

wartalive.co.id, Musi Rawas - Sebanyak 186 kepala desa (kades) se-Kabupaten Musi Rawas mengikuti Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan...

Artikel Menarik Lainnya