Wartalive.co.id – Warga Desa Garoga, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, yang terdampak banjir bandang beberapa waktu lalu masih menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih. Hingga kini, sumber air yang biasa digunakan masyarakat belum pulih akibat kerusakan yang ditimbulkan bencana, (9/3/2026)
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sebagian warga mencoba membuat sumur dengan menggali tanah cukup dalam. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil karena belum ditemukan sumber air yang layak digunakan.
Kepala Desa Garoga, Risman Rambe, menjelaskan sebelum bencana melanda, ketersediaan air bersih di desa tersebut relatif melimpah. Akan tetapi banjir bandang dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025 merusak sumber air yang ada.
Baca Juga : HUT ke-27 Madina Diwarnai Khataman Al-Qur’an dan Santunan Anak Yatim
Menurutnya, masyarakat telah berupaya secara swadaya mencari sumber air baru, tetapi hingga kini kebutuhan air bersih masih bergantung pada bantuan pemerintah.
Saat ini ratusan keluarga korban banjir masih tinggal di hunian sementara setelah rumah mereka rusak berat akibat bencana. Kondisi tersebut membuat kebutuhan air bersih menjadi semakin mendesak, terutama untuk kebutuhan memasak, mandi, dan mencuci.
Pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan air bersih melalui tangki air yang ditempatkan di beberapa titik. Namun pasokan tersebut dinilai belum cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh warga yang berada di lokasi pengungsian.
Selain persoalan air, warga juga menghadapi kesulitan dalam mencari penghasilan. Banyak lahan pertanian yang sebelumnya menjadi sumber mata pencaharian rusak akibat banjir bandang yang melanda wilayah tersebut.
Sementara itu, pemerintah daerah masih mempersiapkan lokasi pembangunan hunian tetap bagi para korban. Proses tersebut membutuhkan waktu karena harus memastikan status lahan yang akan digunakan aman dan sesuai untuk pembangunan permukiman. (Sry)
Sumber: Tempo

