Wartalive.co.id – Masyarakat di wilayah Gunung Tua Raya, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal mulai kesulitan mendapatkan air bersih akibat kondisi Sungai Rantopuran yang terus keruh dalam beberapa waktu terakhir, (9/5/2026)
Sungai tersebut selama ini menjadi sumber air utama bagi warga di Desa Gunung Tua Julu, Gunung Tua Tonga, Gunung Tua Jae, Gunung Tua Lumban Pasir, Gunung Tua Penggorengan, Desa Iparbondar dan desa sekitar lainnya.
Warga mengaku kondisi air sungai sudah berubah sejak sekitar tiga bulan terakhir. Namun dalam dua pekan terakhir, air terlihat semakin keruh dan tidak lagi jernih meski cuaca cerah.
Ketua Badan Kenaziran Masjid (BKM) Masjid Istiqomah Gunung Tua Jae, Ustadz Rudi Pandapotan mengatakan, masyarakat sangat bergantung pada aliran Sungai Rantopuran untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari mandi, mencuci hingga air yang dialirkan melalui PAM desa.
“Biasanya air akan kembali jernih setelah hujan berhenti, tapi sekarang tidak lagi. Sudah dua minggu terakhir kondisinya terus keruh,” katanya,. dihimpun dari MNC Trijaya.
Menurutnya, dampak paling terasa terjadi di lingkungan masjid. Lumpur yang terbawa aliran air membuat bak penampungan cepat kotor dan harus dibersihkan lebih sering dari biasanya.
Baca Juga : Gerak Cepat Personel Polsek Sipirok Tindak Pelaku di Jalan Lintas
Selain itu, sumur bor yang sebelumnya hanya digunakan untuk kebutuhan wudhu dan air minum kini mulai dipakai warga untuk mandi karena air sungai dianggap tidak layak digunakan.
“Karena banyak warga memakai sumur bor masjid, pemakaian listrik juga meningkat. Kondisi ini tentu cukup memberatkan,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait segera melakukan pengecekan ke lokasi untuk mengetahui penyebab air sungai terus keruh. Mereka khawatir jika kondisi ini terus berlangsung, kebutuhan air bersih masyarakat akan semakin terganggu.(Sry)

