Tuesday, October 13, 2026

“Aksara Bermata”, Film Pendek untuk Lestarikan Budaya Mandailing

Baca Juga

Wartalive.co.id – Sanggar Tympanum Novem kembali menghadirkan karya perfilman bertema budaya melalui film pendek berjudul “Aksara Bermata”. Film berdurasi sekitar 30 menit itu diproduksi sebagai bentuk dukungan terhadap pengajuan Aksara Mandailing menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB), (9/5/2026)

Menurut Informasi yang dihimpun dari Antara News, produksi film dilakukan bekerja sama dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Utara di bawah Kementerian Kebudayaan. Film ini menjadi salah satu upaya memperkenalkan kekayaan budaya Mandailing kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda.

- Advertisement -

Penulis skenario, Askolani Nasution mengatakan film tersebut tidak hanya dibuat sebagai hiburan, tetapi juga membawa pesan pelestarian budaya daerah melalui media visual yang lebih mudah diterima masyarakat.

Baca Juga : Madina-Pasbar Rancang Akses Jalan Baru

“Film ini menjadi bagian dari upaya mengenalkan kembali aksara dan budaya Mandailing kepada publik, terutama generasi muda agar tidak melupakan identitas daerahnya,” ujarnya.

Film “Aksara Bermata” disutradarai oleh Ali Fikri Pulungan dan dibintangi Jihan Zumi Aqila yang memerankan tokoh Olivia, seorang gadis asal Belanda yang datang ke Mandailing untuk mencari jejak sejarah keluarganya.

Dalam perjalanannya, Olivia mulai mengenal budaya Mandailing, termasuk aksara tradisional yang menjadi bagian penting dari sejarah masyarakat Mandailing.

Menariknya, proses produksi film turut melibatkan guru-guru dari SDN 019 Bonandolok sebagai pemeran pendukung. Selain itu, kru produksi dan pemain lainnya berasal dari sineas lokal yang tergabung dalam Sanggar Tympanum Novem.

Film ini juga menggunakan empat bahasa, yakni Mandailing, Indonesia, Inggris dan Belanda. Penggunaan beberapa bahasa tersebut dilakukan agar pesan budaya yang disampaikan dapat menjangkau penonton lebih luas, termasuk untuk kebutuhan promosi internasional.

Untuk mendukung penayangan di luar daerah dan luar negeri, film dilengkapi subtitle bahasa Inggris. Kehadiran film ini diharapkan dapat membantu memperkuat pengajuan Aksara Mandailing sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada tahun mendatang.

Sanggar Tympanum Novem sendiri sebelumnya dikenal aktif dalam perkembangan perfilman daerah Mandailing. Beberapa karya yang pernah diproduksi antara lain film “Biola Na Mabugang” serta sejumlah film bertema budaya lokal lainnya.(sry)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya