Wartalive.co.id – Objek wisata pemandian alam Aek Sijorni yang terletak di Desa Aek Libung, Kecamatan Sayurmatinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan, terus dipadati pengunjung. Salah satu ikon yang menarik perhatian adalah akses jembatan kayu yang menjadi salah satu jalur wisatawan untuk menyeberangi sungai menuju lokasi mata air.
​Berdasarkan pantauan di lokasi (23/3) jembatan kayu sederhana dengan pagar pengaman di kedua sisinya ini menjadi titik vital bagi pergerakan wisatawan. Jembatan tersebut membentang di atas aliran sungai yang tenang, menghubungkan area parkir dan pintu masuk menuju kawasan rimbun pohon kelapa dan sumber mata air jernih
Pemandangan di sekitar jembatan menawarkan nuansa asri khas Tapanuli Selatan, Wisatawan disambut dengan deretan pohon kelapa yang menjulang tinggi dan vegetasi hijau yang rimbun segera setelah menyeberangi jembatan.
Baca Juga : ​Pasca Lebaran, 471 ASN Pemko Medan Terancam Sanksi Akibat Bolos Kerja
Di ujung jembatan, terdapat aktivitas warga lokal yang menyediakan jasa transportasi maupun area istirahat sederhana dengan tenda biru untuk para pengunjung, meskipun terbuat dari kayu, jembatan ini dirancang cukup kokoh untuk dilalui kelompok wisatawan secara bergantian, memberikan pengalaman “petualangan” singkat sebelum mencapai puncak mata air aek sijorni
Banyak pengunjung memanfaatkan momen di atas jembatan untuk sekadar menikmati pemandangan sungai atau berswafoto dengan latar belakang pohon kelapa yang estetik. Kehadiran jembatan ini tidak hanya mempermudah akses, tetapi juga menambah daya tarik visual bagi destinasi wisata kebanggaan masyarakat Sayurmatinggi ini
Untuk melintasi jembatan kayu yang dikelola secara swadaya ini, setiap pengunjung dikenakan biaya retribusi. Hal ini dilakukan guna menunjang pemeliharaan fasilitas jembatan agar tetap aman dilalui
“Kami menetapkan tarif uang masuk sebesar Rp5.000 per orang untuk melewati jembatan ini. Dana tersebut kami gunakan kembali untuk perawatan kayu jembatan yang rutin diganti agar tetap kokoh, serta untuk kebersihan area sekitar sungai,” Ujar S.Nasution, salah satu petugas pelayanan jembatan di lokasi
Pemerintah desa dan pengelola setempat diharapkan terus menjaga kondisi jembatan agar tetap aman dan nyaman, mengingat volume pengunjung yang cenderung meningkat pada akhir pekan dan masa libur panjang. (Asrif)

