Wartalive.co.id – Hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Sumatera Utara selama beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir dan longsor di sejumlah titik. Desa Pagaran Honas, yang berada di wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan, menjadi salah satu daerah paling terdampak dengan kondisi kampung yang kini hampir luluh lantak.
Bencana yang terjadi pada Kamis (27/11/2025) itu datang secara tiba-tiba. Laporan warga menyebutkan, curah hujan tinggi menyebabkan aliran air dari perbukitan meluap dan membawa material lumpur, batu besar, hingga batang kayu ke permukiman warga.
Terjangan tersebut menyebabkan belasan rumah rusak berat, beberapa di antaranya rata dengan tanah. Fasilitas umum seperti jalan desa, jembatan kecil, dan jaringan air bersih ikut terdampak.
Baca Juga : BAZNAS Tapsel – RI Dirikan Dapur Umum di Angkola Selatan
“Kami benar-benar tidak sempat menyelamatkan banyak barang. Air datang cepat sekali, bercampur lumpur dan kayu besar. Rumah-rumah hancur, kampung sudah tidak seperti dulu lagi,” tutur Ritonga, salah satu warga yang kini mengungsi bersama keluarganya.
Hingga Senin (01/12/2025), akses menuju Pagaran Honas masih sangat sulit. Jalur pendistribusian bantuan darat yang biasanya melalui Tarutung tidak dapat dilalui akibat tertutup longsor di beberapa titik. Hal ini membuat bantuan logistik tidak bisa masuk ke desa tersebut sejak bencana terjadi.
“Semua bantuan lewat darat terhambat di Tarutung. Jalan tertutup longsor. Mobil pun tidak bisa lewat. Kami di sini benar-benar kekurangan makanan,” jelas seorang warga lain di lokasi pengungsian.
Kondisi di lokasi pengungsian semakin memprihatinkan. Warga yang kehilangan rumah kini menempati bangunan darurat dan memanfaatkan tenda seadanya. Ketersediaan makanan menjadi masalah terbesar karena belum ada bantuan logistik yang tiba.
“Kami sudah beberapa hari bertahan hanya dengan durian rebus. Itu pun karena ada pohon durian di sekitar sini. Untuk makan lain sudah tidak ada lagi,” ucap seorang ibu sambil menggendong anaknya.
Air bersih juga terbatas. Warga mengandalkan air hujan yang ditampung menggunakan ember dan peralatan rumah yang masih tersisa. Sebagian lainnya memilih berjalan lebih jauh menuju sumber air kecil yang belum tercemar lumpur.
Pemerintah desa telah mengajukan permintaan bantuan darurat berupa makanan siap saji, air bersih, obat-obatan, perlengkapan bayi, selimut, dan penerangan. Mereka juga berharap alat berat segera diturunkan untuk membuka jalan yang tertutup longsor.
Lihat Juga : Ketua PP PAC Padangsidimpuan Tenggara Salurkan Bantuan ke Korban Banjir Tapsel
“Kami mohon pemerintah mempercepat bantuan. Warga di sini sudah banyak yang sakit karena kedinginan dan kekurangan makanan,” ujar perangkat desa Pagaran Honas.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada laporan korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan sangat besar. Tim gabungan masih terus berupaya mengevakuasi warga yang tinggal di titik rawan longsor dan mengevakuasi lansia maupun anak-anak ke tempat lebih aman. (Sry)

