Wartalive.co.id — Fayz Indah Trans terjun langsung ke lokasi bencana di Tabagsel. Travel asal Padangsidimpuan ini menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak di Sipirok dan Batang Toru. Aksi ini dilakukan murni dari inisiatif perusahaan tanpa melibatkan donasi pihak lain (08/12/2025)
Di tengah kondisi bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Tapanuli Bagian Selatan, salah satu perusahaan travel asal Kota Padangsidimpuan, Fayz Indah Trans, menunjukkan aksi nyata kepedulian sosial dengan terjun langsung ke lapangan untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak.
Aksi kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh pimpinan Fayz Indah Trans, Siti Hasna Lubis, yang bersama tim mengunjungi beberapa titik terdampak pada Sabtu, 7 Desember 2025. Penyaluran bantuan difokuskan ke wilayah Penggolang, Kecamatan Sipirok, kemudian ke posko bantuan yang berada di lingkungan Polsek Sipirok, serta tiga desa terdampak di kawasan Batang Toru.
Baca Juga : HUT Armada RI ke-80, Lanal TBA Gelar Fun Run 3K-5K
Dalam keterangannya saat diwawancarai, Siti Hasna Lubis menyampaikan bahwa seluruh bantuan yang disalurkan merupakan hasil urunan internal perusahaan, tanpa membuka donasi dari pihak luar. “Kami berangkat dengan niat murni membantu. Semua bantuan ini murni dari Fayz Indah Trans, tidak ada donasi dari mana pun. Kami hanya ingin meringankan beban saudara-saudara kami yang sedang tertimpa musibah,” ujar Siti dengan mata berkaca-kaca.
Menurutnya, kondisi di lokasi bencana masih sangat parah. Lumpur tebal masih menutupi jalan dan rumah warga. Banyak perabot rumah tangga rusak, serta lingkungan yang belum sepenuhnya bisa dibersihkan.
“Yang kami lihat di sana benar-benar mengiris hati. Lumpur masih di mana-mana, rumah warga berantakan, bau lumpur sangat menyengat. Tim kami bahkan sampai menangis karena tidak sanggup melihat langsung kondisi mereka. Ini bukan untuk pencitraan, kami hanya ingin membantu semampu kami,” ungkapnya sambil terisak.
Perjalanan menuju lokasi bencana bukanlah hal yang mudah. Tim Fayz Indah Trans berangkat dari Padangsidimpuan sekitar pukul 09.00 WIB dan baru tiba kembali di rumah masing-masing pada pukul 23.00 WIB. Selama lebih dari 14 jam, mereka berada di lapangan dengan kondisi yang penuh kelelahan.
Untuk mengangkut bantuan, mereka mengerahkan empat unit kendaraan, terdiri dari dua unit mobil pickup dan dua unit Hiace. Seluruh kendaraan dipenuhi logistik bantuan untuk masyarakat terdampak. “Kami pulang dalam keadaan benar-benar lelah, baju kering di badan karena seharian di lapangan. Tapi rasa lelah itu hilang begitu melihat senyum warga yang kami bantu,” kata Siti.
Ibu Siti juga menceritakan bahwa saat menuju wilayah Batang Toru, tim sempat mengalami hambatan. Akses jalan melalui wilayah Tapanuli Tengah memang sudah mulai bisa dilewati, namun masih diberlakukan sistem buka-tutup jalan karena status siaga.
Bahkan, ketika hendak masuk ke titik terdampak yang paling parah, tim diminta oleh anggota TNI dan Polri untuk memutar balik demi keselamatan.
“Waktu kami mau masuk lebih dalam, kami dilarang oleh aparat karena kondisi dinilai masih berbahaya. Kami patuh karena keselamatan tim dan masyarakat adalah yang utama,” jelasnya.
Momen paling mengharukan terjadi saat tim Fayz Indah Trans bertemu langsung dengan anak-anak dan warga di lokasi pengungsian. Bantuan yang dibagikan disambut dengan tangis bahagia.
“Anak-anak di sana sangat luar biasa. Dikasih satu permen seribu rupiah saja mereka sudah senang sekali. Mereka senyum sambil menangis. Kami pun tak kuasa menahan air mata,” ungkap Siti. Ia menambahkan, tim mereka tidak hanya membagikan bantuan, tetapi juga ikut terlibat langsung dalam aktivitas dapur umum untuk membantu memasak makanan bagi pengungsi.
Melalui kesempatan tersebut, Siti juga menyampaikan harapannya kepada pemerintah agar distribusi bantuan bisa dipercepat, mengingat kondisi di beberapa titik masih sangat membutuhkan uluran tangan. “Kami berharap pemerintah bisa mempercepat bantuan. Di sana yang paling dibutuhkan itu makanan dan bantuan dana, karena warga benar-benar kehilangan banyak hal. Kondisinya masih sangat parah dan miris,” ucapnya.
Lihat Juga : KAMMI Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Tapsel
Meski sebagian armada digunakan untuk misi kemanusiaan, Fayz Indah Trans memastikan bahwa operasional travel tetap berjalan normal. Dari total 19 unit kendaraan, hanya dua unit yang digunakan secara khusus untuk kegiatan sosial ini. “Di loket tetap normal seperti biasa, karena kami punya 19 unit armada. Yang kami bawa hanya dua unit untuk misi kemanusiaan, sisanya tetap melayani penumpang,” jelasnya.
Tidak berhenti sampai di situ, Fayz Indah Trans juga menyatakan komitmennya untuk kembali turun ke lapangan pada pertengahan Desember 2025 untuk melanjutkan penyaluran bantuan ke wilayah terdampak lainnya. “Kami masih punya rencana untuk kembali ke sana sekitar pertengahan bulan ini. Kami ingin terus membantu selama masih dibutuhkan,” tutup Siti Hasna Lubis.
Aksi nyata yang dilakukan Fayz Indah Trans ini menjadi bukti bahwa kepedulian sosial tidak selalu harus menunggu pihak lain, melainkan bisa dimulai dari niat tulus untuk saling membantu sesama di tengah situasi sulit.(Sry)

