Wartalive.co.id – Delapan anak penyandang disabilitas Tuli dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Pembina Tingkat Provinsi Sumatera Utara berpartisipasi dalam Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) yang diselenggarakan oleh Perguruan Karate Kei Shin Kan Indonesia Pengurus Cabang (Pengcab) Medan. Acara tersebut berlangsung di Aula PKMI-1, Jalan Hangtuah, Medan, Minggu (8/6/2025). Mereka bergabung dengan ratusan peserta lainnya yang berasal dari berbagai dojo di Kota Medan.
Anak-anak Tuli tersebut merupakan bagian dari dojo inklusif Kei Shin Kan yang berada di bawah bimbingan SLB Negeri Pembina. Dalam ujian tersebut, mereka mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari materi fisik, teknik dasar (kihon), hingga penampilan kata. Salah satu momen yang paling menarik perhatian adalah saat mereka menampilkan kata secara beregu. Aksi mereka yang kompak dan semangat yang ditunjukkan berhasil menarik perhatian serta mendapatkan sambutan meriah dari peserta lain dan orang tua yang hadir.
Sebanyak delapan anak penyandang disabilitas Tuli dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Pembina Tingkat Provinsi Sumatera Utara berpartisipasi dalam Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) yang diselenggarakan oleh Perguruan Karate Kei Shin Kan Indonesia Pengurus Cabang (Pengcab) Medan. Acara tersebut berlangsung di Aula PKMI-1, Jalan Hangtuah, Medan, pada hari Minggu, 8 Juni 2025. Mereka turut serta bersama ratusan peserta lainnya yang berasal dari berbagai dojo di Kota Medan.
Baca Juga : Kolaborasi PTAR dan YDBA Perkuat Ekonomi Rakyat Melalui Pembinaan UMKM
Kepala SLB Negeri Pembina Sumut yang juga merupakan Senpai Kei Shin Kan, Mardi Panjaitan, S.Pd., M.Si., memberikan apresiasi terhadap partisipasi para kohai disabilitas. Ia berpendapat bahwa keikutsertaan mereka menunjukkan bahwa keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang untuk mencapai perkembangan. Selain itu, ia berharap bahwa pencapaian ini dapat memotivasi orang tua untuk memberikan kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak disabilitas dalam meraih prestasi, termasuk dalam bidang olahraga karate.
Kei Shin Kan Medan menegaskan komitmennya untuk terus mendorong prinsip inklusivitas dalam pembinaan karate. Keberadaan dojo inklusif ini merupakan manifestasi nyata dari semangat “Karate untuk Semua.” (Islino)

