Monday, October 12, 2026

Anak Zero-Dose di Sumut Capai 96 Ribu, Pemprov Siapkan Intervensi Langsung

Baca Juga

Wartalive.co.id – Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) melaporkan bahwa pada tahun 2024 terdapat sebanyak 91.636 anak atau sekitar 24% dari total 289.000 anak di wilayah Sumut yang belum pernah menerima imunisasi sama sekali (zero-dose). Hingga bulan Juli 2025, angka tersebut diperkirakan naik menjadi 96.806 anak.

Untuk menanggulangi persoalan tersebut, Pemerintah Provinsi Sumut akan melakukan intervensi langsung. Data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan bahwa anak-anak zero-dose memiliki risiko tinggi terserang penyakit menular yang dapat dicegah melalui imunisasi seperti campak, difteri, polio, dan tetanus.

- Advertisement -

Langkah intervensi ini dibahas dalam Rapat Percepatan Penurunan Jumlah Anak Zero-Dose yang dipimpin oleh Ketua TP PKK Sumut Kahiyang Ayu bersama Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Togap Simangunsong, bertempat di Ruang Rapat 2 Lantai 2 Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro No. 30 Medan, pada Jumat (25/7/2025).

Baca Juga : PLN Perkuat Infrastruktur Listrik Wilayah Lubuk Pakam Sambut HUT RI

Intervensi akan dilakukan secara langsung ke rumah-rumah keluarga yang memiliki anak zero-dose, dengan memanfaatkan peran aktif Posyandu dan Puskesmas. Untuk menjangkau hingga ke tingkat keluarga, diperlukan kelompok masyarakat yang memiliki akses langsung ke lapisan terbawah.

“Di PKK itu kita punya Dasawisma, kelompok terkecil yang bisa menjangkau hingga keluarga, kita akan memaksimalkannya mengatasi zero-dose, selain itu juga memaksimalkan Posyandu,” ujar Ketua TP PKK Sumut, Kahiyang Ayu.

Kahiyang Ayu juga menambahkan bahwa program ini akan menggandeng komunitas serta organisasi non-pemerintah (NGO), mengingat banyaknya anak-anak zero-dose yang berada di daerah terpencil dan sulit dijangkau.

“Kita tentu perlu mengidentifikasinya terlebih dahulu dan ini membutuhkan resource yang cukup besar karena itu kita bekerja sama dengan komunitas dan juga NGO, apalagi sebagian besar anak-anak kita yang tidak tersentuh vaksin itu ada di wilayah terpencil,” tambahnya.

Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Muhammad Faisal Hasrimy, menegaskan bahwa angka zero-dose yang diprediksi mencapai 96.806 jiwa pada pertengahan 2025 merupakan masalah serius yang harus segera ditangani, karena berpotensi mengancam kesehatan masyarakat secara luas.

Anak-anak yang belum mendapatkan vaksin sangat rentan terhadap penyakit seperti hepatitis, TBC, polio, dan difteri. Ia mengingatkan bahwa penyakit-penyakit yang sebelumnya telah berhasil dikendalikan kini berisiko muncul kembali.

Lihat Juga : Festival UMKM di Silangit: Gubernur Sumut Hadiahi Lima Pelaku Usaha Kecil

“Itu yang kita khawatirkan bila semakin banyak anak-anak kita yang tidak divaksin, mereka rentan terkena penyakit dan penyakit-penyakit yang sudah lama bisa kita atasi kembali muncul, seperti polio, padahal tahun 2014 kita sudah mendapat sertifikat bebas polio, di 2024 ada kasus polio muncul dan ini mengancam anak-anak lainnya,” terang Faisal Hasrimy.

Rapat tersebut turut dihadiri oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dari Pemprov Sumut, perwakilan pemerintah kabupaten/kota, komunitas pemerhati anak, NGO, serta berbagai lembaga dan organisasi yang memiliki kepedulian terhadap isu kesehatan anak. (Islino)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya