Tuesday, October 13, 2026

Angkot di Medan Mulai Ditinggalkan Penumpang demi Bus Listrik

Baca Juga

Wartalive.co.id – Kehadiran bus listrik sebagai moda transportasi modern di Kota Medan kini mulai mengubah peta pilihan masyarakat. Perlahan namun pasti, angkot (angkutan kota) yang selama puluhan tahun menjadi tulang punggung transportasi publik di ibu kota Sumatera Utara ini, mulai kehilangan kejayaannya dan tampak sepi penumpang di berbagai rute utama.

Kondisi ini sangat dirasakan oleh para sopir angkot yang kini harus berjuang ekstra keras hanya untuk memenuhi setoran harian. Jika dahulu mereka bisa dengan mudah mendapatkan penumpang di jam-jam sibuk, kini pemandangan kursi angkot yang kosong meski telah berkeliling jauh menjadi pemandangan yang lazim ditemui di jalanan Kota Medan.

- Advertisement -

Salah seorang warga Sunggal, Fajri, mengungkapkan bahwa beralihnya minat masyarakat ke bus listrik bukan tanpa alasan yang kuat. Menurutnya, faktor kenyamanan menjadi pembeda yang sangat kontras antara armada lama dengan bus listrik yang baru beroperasi tersebut. “Karena bus listrik ini lebih nyaman, pakai AC, itu sih alasan utamanya. Kalau pakai angkot kan panas, kurang nyaman juga karena banyak oknum supir yang bawanya itu ugal-ugalan,” ujar Fajri.

Baca Juga : Pemkab Madina Evaluasi Program MBG, Tekankan Zero Accident

Fajri menambahkan bahwa kondisi fisik armada angkot saat ini juga sangat memprihatinkan dan seringkali memicu kekhawatiran bagi calon penumpang. Kurangnya perawatan membuat banyak angkot terlihat tidak layak jalan dan terkesan dibiarkan rusak oleh pemiliknya. “Kemudian angkot sekarang kurang dirawat, sudah berkarat, kita yang mau naik kan jadi was-was. Sedangkan bus listrik sangat nyaman lah, jauh perbandingannya,” tambah Fajri menekankan betapa lebarnya kesenjangan kualitas antara kedua moda transportasi tersebut.

Selain faktor fasilitas, aspek keselamatan di jalan raya juga menjadi poin krusial. Citra negatif oknum sopir angkot yang kerap memacu kendaraan secara tidak beraturan demi mengejar setoran, membuat masyarakat merasa lebih aman berada di dalam bus listrik yang memiliki standar operasional lebih tertib.

Kini, tantangan besar berada di tangan para pengusaha dan sopir angkot untuk bisa bertahan. Tanpa adanya peremajaan armada dan pembenahan perilaku berkendara, angkot di Medan terancam akan semakin ditinggalkan oleh masyarakat yang kini lebih melek terhadap kenyamanan dan keamanan transportasi publik. (Febrian)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya