Sunday, October 11, 2026

Angkot Ugal-ugalan di Simpang Sei Sekambing Kian Meresahkan

Baca Juga

Wartalive.co.id – Pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh oknum sopir angkutan kota (angkot) kembali menjadi sorotan tajam di Kota Medan. Kali ini, kawasan Simpang Sei Sekambing, yang mempertemukan Jalan Gatot Subroto dan Jalan Kapten Muslim, menjadi titik di mana perilaku ugal-ugalan angkot semakin meresahkan masyarakat dan pengguna jalan lainnya, Kamis (08/01/2026).

Berdasarkan pantauan di lokasi, pemandangan angkot yang menerobos lampu merah sudah menjadi hal yang biasa terjadi setiap harinya, terutama pada jam sibuk pagi, siang, maupun sore hari. Saat lampu sudah jelas menunjukkan warna merah, beberapa angkot justru memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi demi mengejar setoran atau sekadar mendahului kendaraan lain di depannya.

- Advertisement -

Tidak hanya menerobos lampu merah, oknum sopir angkot ini juga kerap “memakan” jalur pengendara dari arah berlawanan saat sedang mengantre. Tindakan ini membuat arus lalu lintas menjadi terganggu, karena ruang gerak kendaraan dari arah yang sah menjadi terhalang oleh badan angkot yang mengambil posisi jalan.

Baca Juga : BBM Stabil, Aktivitas Angkutan Umum di Padangsidimpuan Normal

Perilaku ini memicu kekesalan luar biasa dari para pengendara motor dan mobil pribadi. Klakson panjang sering kali terdengar bersahut-sahutan sebagai bentuk protes terhadap arogansi sopir angkot tersebut. Namun, teguran berupa klakson sering kali diabaikan, bahkan tak jarang oknum sopir angkot justru memberikan reaksi yang lebih galak saat ditegur oleh pengguna jalan lain.

“Setiap lewat sini harus ekstra sabar. Angkot di sini seolah punya aturan sendiri. Mereka sering kali berhenti tiba-tiba di tengah persimpangan atau langsung potong jalur tanpa lampu sein, padahal lampu sudah merah,” ujar Ridho, salah seorang pengendara ojek online yang hampir setiap hari melintasi kawasan tersebut.

Kondisi ini tidak hanya menyebabkan kemacetan yang mengular, tetapi juga sangat berisiko memicu kecelakaan lalu lintas fatal. Persimpangan Sei Sekambing yang padat kendaraan membutuhkan kedisiplinan tinggi, namun kehadiran angkot yang ugal-ugalan dianggap menjadi faktor utama yang merusak ketertiban berlalu lintas di area tersebut.

Masyarakat berharap adanya tindakan tegas dari pihak kepolisian lalu lintas Kota Medan. Penjagaan yang lebih ketat atau penempatan kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di titik tersebut dinilai mendesak agar para sopir angkot jera dan tidak lagi membahayakan nyawa orang lain demi kepentingan pribadi.(Febrian)

Warta Terbaru

Polres Padangsidimpuan Rangkul Pengelola THM Untuk Ciptakan Kota yang Kondusif

Wartalive.co.id, PADANGSIDIMPUAN - Dalam upaya menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), Polres Padangsidimpuan bersama sejumlah instansi terkait menggelar Kegiatan...

Artikel Menarik Lainnya