Tuesday, October 13, 2026

Antrian Pertalite di SPBU Sitamiang Mulai Longgar, Namun Stok Masih Cepat Habis

Baca Juga

Wartalive.co.id – Kondisi antrean bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di SPBU Sitamiang, Kota Padangsidimpuan, mulai menunjukkan perbaikan dalam beberapa hari terakhir. Setelah sempat mengalami antrean panjang akibat keterbatasan pasokan, kini kendaraan yang mengantre terlihat lebih tertib dan tidak lagi memanjang hingga ke badan jalan, (18/12/2025)

Pantauan di SPBU Sitamiang, antrean kendaraan roda dua maupun roda empat terpantau relatif singkat. Warga yang datang untuk mengisi BBM tidak perlu menunggu terlalu lama seperti hari-hari sebelumnya. Hal ini menandakan bahwa pasokan Pertalite sudah mulai tersedia dan distribusi kembali berjalan.

- Advertisement -

Meski demikian, kondisi tersebut belum sepenuhnya stabil. Beberapa menit setelah proses pengisian berjalan normal, stok Pertalite di SPBU Sitamiang kembali dilaporkan habis. Akibatnya, sejumlah pengendara yang datang belakangan terpaksa harus pulang tanpa mendapatkan BBM.

Salah seorang petugas SPBU Sitamiang, SB, menyampaikan bahwa saat ini pasokan Pertalite sebenarnya sudah masuk secara bertahap. Antrian yang mulai longgar juga merupakan dampak dari distribusi BBM yang kembali berjalan. “Sekarang Pertalite sudah tersedia dan antrian juga tidak seperti kemarin-kemarin. Tapi karena yang mengisi cukup banyak dalam waktu bersamaan, stoknya jadi cepat habis,” ujar petugas SPBU.

SB menambahkan, pihak SPBU hanya menyalurkan BBM sesuai kuota yang ditetapkan dan berharap pasokan ke depan dapat lebih ditingkatkan agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara maksimal.

Di sisi lain, warga yang mengantre mengaku bersyukur karena antrean sudah jauh berkurang. Namun, mereka juga masih merasa khawatir karena ketersediaan BBM belum sepenuhnya terjamin. “Kalau dibandingkan kemarin, sekarang sudah mendingan karena tidak lama antre. Tapi tadi sempat kecewa juga, karena beberapa menit setelah kami datang, katanya Pertalite sudah habis,” ungkap Tikah salah seorang warga.

Seorang tukang becak motor, KF, yang turut mengantre BBM menilai cepat habisnya Pertalite tidak hanya disebabkan oleh tingginya kebutuhan masyarakat, tetapi juga diduga akibat adanya praktik penimbunan BBM oleh oknum tertentu. “Minyak sekarang sebenarnya sudah ada. Tapi cepat habis karena banyak yang menimbun minyak ketengan. Jadi begitu dibuka, di SPBU langsung habis,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah dan pihak terkait dapat memperketat pengawasan terhadap distribusi BBM, khususnya terhadap penjualan BBM eceran ilegal yang dinilai merugikan masyarakat kecil, seperti pengemudi becak motor dan pekerja harian lainnya.

Masyarakat Padangsidimpuan berharap kondisi distribusi BBM, khususnya Pertalite, dapat segera kembali normal. Dengan pasokan yang stabil dan pengawasan yang ketat, warga berharap tidak lagi mengalami kelangkaan maupun antrean panjang yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya