Tuesday, October 13, 2026

Asesor UNESCO: Masyarakat Harus Pahami Keistimewaan Kaldera Toba

Baca Juga

Wartalive.co.id – Memasuki hari kedua proses revalidasi Geopark Kaldera Toba oleh UNESCO, tim asesor melakukan peninjauan ke sejumlah geosite di Kabupaten Samosir. Dalam kunjungannya, asesor Prof. Jose Brilha dan Dr. Joen Yongmun menyoroti pentingnya pemahaman masyarakat mengenai keistimewaan Danau Toba.

Menurut Prof. Jose Brilha, kesadaran ini menjadi elemen utama dalam pelestarian Geopark Kaldera Toba, terutama bagi generasi muda. Ia menekankan bahwa masyarakat setempat perlu menyadari bahwa mereka hidup di kawasan yang sangat luar biasa, dengan kekayaan geologi, alam, dan budaya yang tak ternilai.

- Advertisement -

“Kalian perlu tahu di seluruh buku geologi ada tentang Danau Toba, sehingga dikenal seluruh dunia, dan kalian tinggal di situ, di tempat yang spesial, kalian harus bisa melindunginya dan mewariskannya ke generasi selanjutnya,” kata Jose Brilha kepada siswa-siswi SMKN 1 Simanindo, Samosir, Rabu (23/7).

Baca Juga : Sinergi Kementerian dan Pemprov Sumut Jaga Warisan Budaya Istana Maimun

Selama berada di Samosir, tim asesor juga menyambangi beberapa lokasi seperti Batu Siallagan, Huta Raja, dan Pusat Informasi Sigulati. Mereka memberikan sejumlah masukan, termasuk kepada para pengelola dan pemandu geosite, serta terhadap penyajian informasi di lokasi tersebut.

“Pemahaman pengelola atau pemandu perlu diperdalam agar memberikan informasi yang tepat, kita juga perlu menggunakan bahasa lebih sederhana (di papan informasi) agar lebih mudah dipahami, menggunakan kartun agar untuk anak-anak agar menarik dan mudah dipahami,” jelas Brilha.

Tenaga Ahli Geologi dari Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark (BP TCUGGp), Lismawati, menyampaikan bahwa salah satu misi utama dari pengelolaan geopark adalah edukasi. Ia menyebut bahwa sejumlah sekolah di kawasan Danau Toba telah mengintegrasikan Geopark Kaldera Toba ke dalam kurikulum.

“Karena itu ada beberapa sekolah di kawasan Danau Toba memasukkan Geopark Kaldera Toba ke kurikulum, namun tentu kita perlu melakukan lebih maksimal lagi,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Pengarah BP TCUGGp, Dikky Anugerah, menegaskan bahwa kunjungan tim asesor UNESCO bukan bertujuan untuk mengaudit, melainkan memberikan arahan dan masukan konstruktif. Ia menekankan bahwa pengelolaan geopark merupakan proses berkelanjutan yang terus disempurnakan.

Lihat Juga : Wabup Paluta Tindaklanjuti Keluhan Petani Sawit soal Timbangan

“Mereka (asesor) mengatakan tidak ada geopark yang sempurna, karena itu kita terus melakukan perbaikan, konsepnya berkelanjutan menjadi kunci dari penataan geopark ini,” ujar Dikky.

Pada hari terakhir revalidasi, Kamis (23/7), tim asesor dijadwalkan mengunjungi beberapa lokasi lain seperti Simalem Resort, Air Terjun Sipisopiso, dan Silalahisabungan. Setelah rangkaian kunjungan tersebut, tim akan menuju Kota Medan untuk menutup kegiatan revalidasi Geopark Kaldera Toba tahun ini.(Islino)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya