Wartalive.co.id – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggelar Kick Off Implementation Support Mission sebagai langkah awal pelaksanaan proyek Integrated Land Administration and Spatial Planning Project (ILASPP).
Acara ini dibuka oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) ATR/BPN, Pudji Prasetijanto Hadi, yang memaparkan lima langkah strategis untuk mempercepat serta meningkatkan kinerja program nasional tersebut, di Aula Prona, Jakarta, Senin (13/10/2025).
Kegiatan ini dihadiri Dirjen Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang Virgo Eresta Jaya, Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah, Agraria dan Tata Ruang Kemenko Infrastruktur dan Pengembangan Kewilayahan Nazib Faizal, jajaran Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama ATR/BPN, serta perwakilan dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PPN/Bappenas dan World Bank.
Baca Juga : MTsN 2 Sawahlunto Juara Liga Askot PSSI 2025
Dalam sambutannya Pudji menegaskan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dan komitmen bersama agar ILASPP dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
” Keberhasilan ILASPP tidak hanya ditentukan oleh besar kecilnya anggaran atau banyaknya kegiatan, tetapi oleh cara kita menjaganya, ” ujarnya.
Pudji kemudian menguraikan lima langkah utama yang menjadi fokus percepatan kinerja ILASPP. Pertama, melakukan exercise potensi anggaran yang belum terserap dan mengoptimalkan penggunaannya melalui kegiatan potensial pada Triwulan IV dan kedua, memperkuat kapasitas sumber daya manusia melalui kajian dan pelatihan yang melibatkan berbagai mitra.
Sedangkan langkah ketiga adalah penguatan peran Steering Committee ILASPP untuk memastikan koordinasi dan kebijakan berjalan selaras, keempat, mempercepat proses pengadaan guna mendukung kelancaran implementasi program.
” Terakhir, penyusunan Annual Work Plan (AWP) tahun 2026 yang harus selesai dan diserahkan ke Kementerian Keuangan pada November 2025 sesuai ketentuan Loan Agreement, ” terangnya
Pudji juga menekankan nilai-nilai akuntabilitas, transparansi dan integritas dalam setiap tahapan pelaksanaan proyek.
” Mari kita pastikan program ini dijalankan secara akuntabel, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan. Hasil kerja kita harus reliable, konsisten, dan sesuai standar yang telah disepakati, ” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar seluruh pihak menjauhkan diri dari sekat birokrasi dan menunda-nunda kewajiban. Pudji menilai keberhasilan ILASPP hanya akan tercapai melalui kerja bersama yang terintegrasi dan berorientasi pada hasil nyata.
Sekjen ATR/BPN berharap, kegiatan Kick Off Implementation Support Mission menjadi forum koordinasi dan diskusi produktif bagi seluruh pemangku kepentingan.
” Jangan pernah puas hanya dengan seremonial atau angka-angka di atas kertas. Yang kita butuhkan adalah hasil yang benar-benar dirasakan masyarakat, ” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama ATR/BPN, Andi Tenri Abeng, menjelaskan, ILASPP merupakan program strategis nasional yang dibiayai melalui pinjaman Bank Dunia senilai 653 juta dolar AS atau sekitar Rp11,08 triliun.
Program ini akan berjalan selama lima tahun mulai rahu. 2025 sampai 2029, dengan melibatkan tiga Kementerian dan Lembaga utama.
Lihat Juga : Lapas Suliki Gelar Razia Gabungan Bersama APH
” Per 30 September 2025, realisasi anggaran Kementerian ATR/BPN telah mencapai sekitar Rp44,226 miliar atau 9,03% dari total pagu tahun 2025 sebesar Rp0,49 triliun, ” ungkapnya.
Dari pihak Bank Dunia, Task Team Leader Willem van der Muur menyoroti dua aspek penting yang perlu diperkuat dalam pelaksanaan proyek, yakni pengadaan (procurement) dan mitigasi risiko.
” Kami berharap misi ini berjalan lancar dan produktif, serta memperkuat komunikasi antara Pemerintah Indonesia dan Bank Dunia demi mewujudkan tujuan besar proyek ini ,” tuturnya.(Wan/LB)

