Wartalive.co.id — Meski sempat terhalang cuaca buruk dan akses terbatas, Ayra Project berhasil menyalurkan 257 paket makanan siap saji kepada warga terdampak bencana di Angkola Selatan dengan dukungan sukarela dari Yayasan Tabagsel Share Indonesia (06/12/2025)
Ayra Project menyalurkan 257 paket makanan siap saji kepada warga terdampak bencana di Angkola Selatan. Bantuan ini dialokasikan setelah tim mengalami kendala menuju wilayah Garoga akibat cuaca buruk dan akses jembatan yang masih terbatas. Dalam proses penyalurannya, Aira Project dibantu oleh Yayasan Tabagsel Share Indonesia, yang secara sukarela ikut mendampingi dan memudahkan distribusi di lapangan.
Prima Auliansyah Siregar, salah satu penyalur bantuan, menjelaskan bahwa Ayra Project memang berfokus pada penyaluran makanan siap saji agar bisa langsung dikonsumsi warga di lapangan. “Kemarin kami membagikan satu paket makanan berisi satu nasi bungkus, lauk ayam semur, satu air mineral gelas, dan satu buah pisang. Semua dibungkus dalam satu plastik. Totalnya ada sekitar 257 paket,” ujar Prima.
Baca Juga : Wabup Solok Tinjau Jalan Putus Akibat Banjir di Nagari Lolo
Prima mengatakan, bantuan tersebut awalnya direncanakan untuk didistribusikan ke Garoga. Namun, hujan deras mengguyur kawasan tersebut ketika tim berangkat, sementara kondisi jembatan yang belum stabil membuat perjalanan menjadi berisiko. “Kami takut memaksakan perjalanan karena membawa tim. Pulangnya juga kami khawatir. Jadi kami putar haluan ke wilayah yang masih bisa dijangkau, yaitu Desa Tobotan, Angkola Selatan,” jelasnya.
Saat tiba di lokasi, tim mengetahui bahwa warga terdampak telah mengungsi ke kawasan PTPN di daerah Napa. Kondisi di desa asal mereka sudah sangat memprihatinkan. Menurut Prima, kondisi pemukiman warga di sekitar Tandihat mengalami kerusakan parah. Banyak rumah bergeser dan tidak lagi bisa dihuni, sehingga warga terpaksa berlindung di rumah-rumah kosong milik PTPN.
“Di PTPN itu satu rumah bisa dihuni 10 sampai 15 KK karena mereka tidak punya tempat lagi. Rumah mereka sudah hancur dan bergeser. Kami kasihan melihat kondisi itu, jadi kami drop bantuan di sana karena masih bisa dimasuki kendaraan,” tuturnya.
Prima menegaskan bahwa penyaluran ke Garoga tetap direncanakan, tetapi pihaknya masih mencari tim yang memiliki kendaraan yang mampu menjangkau daerah tersebut. “Saya dan keluarga hanya punya sepeda motor. Jadi untuk ke Garoga kami masih menunggu tim yang bisa membawa barang ke sana,” tambahnya.
Lihat Juga : Pemkab Solok Gelar Goro Massal Percepatan Pemulihan Banjir
Dalam kesempatan itu, Prima menyampaikan harapannya kepada pemerintah agar lebih tanggap dalam distribusi bantuan bagi warga yang kehilangan hampir seluruh harta benda mereka. “Harapan saya bantuan dari pemerintah bisa datang lebih cepat. Kalau bantuan masyarakat pasti ada batasnya, tapi pemerintah punya power lebih besar. Warga sudah kehilangan segalanya, bahkan secara psikologis mereka juga sangat terpukul,” ucapnya.
Prima juga mengungkapkan keluhan warga yang kesulitan mengambil bantuan sembako karena diminta menunjukkan dokumen identitas, sementara banyak di antara mereka sudah kehilangan KK dan KTP akibat bencana. “Di lapangan banyak masyarakat memberi tahu bahwa untuk mengambil sembako mereka kadang ditanya KK atau KTP. Padahal semua dokumen itu sudah hilang. Harapan saya kepada penjaga posko, tolong jangan dulu mensyaratkan KK atau KTP. Warga hanya menyisakan baju yang dipakai,” tegasnya.(Sry)

