Wartalive.co.id – Memasuki fase akhir bulan suci Ramadan, Masjid Agung Al-Abrar Kota Padangsidimpuan terus menggiatkan syiar Islam melalui program Kajian Rutin Ba’da Zuhur. Pada kajian kali ini, suasana masjid tampak khidmat dipenuhi jamaah yang antusias mendengarkan ceramah agama yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Muhammad Rafiq, S.Ag., M.A
Dalam tausiyahnya yang mengangkat tema “Bahaya Riya dalam Ibadah”, Ustadz Muhammad Rafiq menekankan betapa halusnya godaan riya yang dapat menghapus pahala amal ibadah seseorang
Di hadapan ratusan jamaah yang memadati barisan saf hijau Masjid Agung, Dr. Muhammad Rafiq menjelaskan bahwa riya adalah melakukan ibadah dengan tujuan untuk dilihat atau mendapat pujian dari manusia, bukan murni karena Allah SWT.
Baca Juga : Jelang Lebaran, Wali Kota Padangsidimpuan Pantau Pasar Murah
”Riya itu ibarat semut hitam di atas batu hitam di kegelapan malam. Sangat halus dan seringkali tidak kita sadari, namun dampaknya luar biasa merusak. Ibadah yang seharusnya menjadi tabungan di akhirat, bisa menjadi sia-sia jika terselip rasa ingin dipuji,” ungkapnya
Beliau juga menambahkan bahwa di era digital saat ini, tantangan menjaga keikhlasan semakin berat. Kecenderungan untuk memamerkan aktivitas ibadah di media sosial menjadi salah satu pintu masuknya sifat riya yang harus diwaspadai oleh setiap Muslim
Lihat Juga : Jelang Lebaran, Warga Padati Pasar Baru Panyabungan Berburu Baju Baru
Berdasarkan pantauan di lokasi (16/03) para jamaah yang terdiri dari berbagai kalangan—mulai dari aparatur sipil negara (ASN) hingga masyarakat umum—menyimak dengan saksama. Beberapa jamaah tampak bersandar di pilar-pilar marmer masjid yang megah, sementara yang lain duduk merapat ke arah mimbar untuk mendengarkan poin-poin penting kajian.
Kajian rutin ini merupakan bagian dari upaya pengurus Masjid Agung Al-Abrar untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum transformasi spiritual bagi warga Kota Padangsidimpuan. Dengan adanya kajian tematik seperti ini, diharapkan kualitas ibadah masyarakat tidak hanya meningkat secara kuantitas, tetapi juga secara kualitas dan keikhlasan
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab singkat dan doa bersama sebelum para jamaah kembali melanjutkan aktivitas rutin mereka masing-masing (Asrif)

