Tuesday, October 13, 2026

Bank Sumut Siapkan Skema, UMKM Tapsel Tak Lagi Tercekik Bunga Tinggi

Baca Juga

Wartalive.co.id – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Gus Irawan berupaya mencari solusi agar warga Tapsel yang selama ini memanfaatkan rentenir atau lembaga pembiayaan lain berbunga tinggi dalam berusaha bisa secepatnya diselesaikan.

Hal itu disampaikan Gus Irawan Rabu (16/4/2026), usai beberapa kali bertemu dan berdiskusi langsung dengan Direktur Utama Bank Sumut Heru Mardiansyah.

- Advertisement -

Ia menyebutkan, untuk mengatasi hal itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapsel menggandeng Bank Sumut untuk melepaskan warga Tapsel dari jebakan pemberi dana berbunga tinggi tersebut.

Menurut Bupati Tapsel, upaya untuk memberdayakan warga dengan program pembiayaan yang terukur merupakan bagian dari strategi Gubernur Sumatera Utara M Bobby Afif Nasution dengan kolaborasi Sumut berkah.

Bahkan Gubsu seringkali meminta Kepala Daerah dibawahnya mencermati problem di masyarakat kemudian dicarikan solusi untuk mengatasinya, terutama dalam mendorong perekonomian warga.

Selain itu Gubsu juga sempat menyoroti bahwa hanya 7,7 persen usaha mikro kecil menengah di Sumut yang memiliki akses ke Perbankan.

“ Kita faham bagaimana Gubsu mendorong pemberdayaan masyarakat dan menyelesaikan persoalan yang ada di bawah, ” kata Gus Irawan Pasaribu.

Baca Juga : Pengawasan Diperketat, Satpol PP Sisir Pondok Bermasalah

Dia mengatakan salah satu problem keuangan yang menjerat para usaha mikro kecil menengah adalah jerat rentenir atau pinjaman berbunga tinggi dalam berbagai bentuk.

“ Masa iya mereka harus membayar bunga hingga 24 persen atau bahkan 28 persen setahun dari uang yang mereka pinjam. Ini saya kira terlalu tinggi, ” katanya.

Untuk melonggarkan beban itu, Gus Irawan Pasaribu mengaku sudah berdiskusi langsung dengan Dirut Bank Sumut untuk mengatasinya.

“ Jadi kalau selama ini ada warga Tapsel yang terjebak dengan bunga kredit tinggi atau kemudian yang selama ini merasa bahwa kredit mekar pun membebani, nanti bisa dialihkan ke Bank Sumut, ” jelasnya.

Metode penyelesaian, kata Gus Irawan, sudah disiapkan Bank Sumut. Apalagi, kata dia, Pemkab Tapsel sangat komit membantu memajukan usaha mikro kecil dan menengah serta transparansi sektor keuangan di Tapsel.

“ Jadi sebelumnya kita sudah bekerjasama dengan Bank Sumut dalam cash management system. Ini kita menyasar langsung ke masyarakat agar jebakan bunga tinggi bisa dilepaskan terutama para korban bencana yang kehilangan usaha, ” kata Gus Irawan Pasaribu.

Terkait hal tersebut, dari lantai 3 Bank Sumut, Direktur Utama Bank Sumut Heru Mardiansyah, menyambut hal tersebut dan pihaknya sudah mempersiapkan berbagai langkah.

Baca Juga : Kebakaran Rumah di Tanjung Marulak, Balita 4 Tahun Tewas

“ Tujuannya menyahuti keinginan bapak gubernur agar Bank Sumut lebih leluasa memaksimalkan potensi daerah dengan tidak hanya mengandalkan APBN, APBD serta aparatur sipil negara sebagai basis inti pembiayaan bank daerah selama ini dan tentu kita faham Gubsu fokus pada kolaborasi Sumut berkah sehingga Bank Sumut pun harus berperan nyata, ” katanya.

Direktur Utama yang berasal dari kader internal ini menyampaikan Tapsel akan menjadi proyek percontohan pendanaan lewat Sumut Link dan pembiayaan usaha mikro kecil menegah dengan melepaskan mereka dari jebakan kredit berbunga tinggi, atau agar terlepas dari rentenir.

Heru Mardiansyah menyatakan kenapa Tapsel menjadi proyek percontohan karena sebelumnya Pemkab pun sudah bersepakat mendorong cash management system dan melakukan sosialisasi kepada para pengelola koperasi merah putih.

“ Komitmen Pemkab Tapsel kami lihat sangat kuat untuk mendorong percepatan perekonomian warga dan transparansi keuangan, sehingga sejalan dengan kita, ” kata Heru.

Dia mengatakan pihaknya menyiapkan dua skema dalam pemberdayaan perekonomian warga Tapsel yang bergerak di UMKM agar lepas dari jerat kredit berbunga tinggi.

“ Pertama, kami siapkan skema pembiayaan dan kedua kami siapkan skema pendanaan dengan nama Sumut link, ” kata Heru.

Baca Juga : Kapolda Sumut Lepas Kontingen Kemala Run 2026, Tekankan Sportivitas

Menurut dia, untuk mengatasi persoalan yang disampaikan Bupati Tapsel bahwa banyak warga terjerat suku bunga pembiayaan tinggi, maka Bank Sumut menyiapkannya dari sisi kredit.

Bank Sumut, katanya, sudah melakukan pendekatan dengan Kepala Desa hihgga Kepala Dusun di sana untuk kemudian membuat skema pembiayaannya mirip grameen bank (tanggung renteng).

“ Jadi nanti ibu-ibu pengusaha mikro di Tapsel akan kita fasilitasi mendapatkan pembiayaan murah dengan tanggung renteng minimal 6 orang per kelompok, ” jelasnya

Menurut Heru, sebenarnya skema ini sudah pernah dijalankan. Dulu namanya Permaisuri, perempuan mandiri dan suritauladan. Tapi nanti akan kita sesuaikan dengan program Bapak Gubernur kita.

“ Ada dua opsi yang digunakan dalam pembiayaan tersebut yaitu rentang Rp1 juta hingga Rp10 juta kemudian opsi kedua bagi yang sudah pernah mendapatkan pembiayaan dengan nilai Rp10 juta hingga Rp20 juta, ” jelasnya.

Heru Mardiansyah mengatakan usaha mikro dengan konsep ini maksimal akan dikenakan bunga 16 persen tapi secara periodik akan turun hingga ke 13 persen.

” Saya kira cukup baiklah daripada mereka harus memberikannya ke rentenir atau lembaga pembiayaan berbunga tinggi, ” jelasnya.

Dirut Bank Sumut Heru Mardiansyah juga membuka opsi bahwa calon penerima kredit tanggung renteng bukan saja yang sudah punya usaha.

Baca Juga : Kunker ke Kodim 0212/Tapsel, Danrem 023/KS Ingatkan Prajurit Jaga Nama Baik Satuan dan Keluarga

“ Mereka yang berencana punya usaha pun bisa kita biayai. Misalnya ada ibu rumah tangga punya rencana usaha produktif akan dibiayai Bank Sumut. Saya kira program tersebut tepat untuk warga Tapsel yang menjadi korban banjir. Apalagi yang setelah bencana kehilangan pekerjaan, ” ungkapnya.

Dia menjanjikan skema pembiayaan itu akan diproses dengan cepat agar penerima manfaat bisa langsung berusaha dan tentu saja pembayarannya ditanggung renteng.

“ Khusus untuk pendanaan atau pengembalian dana kredit, kita sudah siapkan Sumut Link. Jadi ketika mereka sudah menerima pembiayaan, untuk pengembaliannya bisa melalui Sumut Link, ” tuturnya.

Heru menambahkan, Sumut Link ini sebenarnya produk Bank Sumut tanpa kantor.

“ Ya bisa setor, tarik tunai, bisa pembayaran, bisa cicilan, dan lain-lain. Jadi ini layanan Bank Sumut tanpa kantor, ” ucap dia.

Bank Sumut juga menargetkan tadi para Kepala Desa dan Kepala Dusun sebagai agen di daerah masing-masing.

” Jadi dari sisi pendanaan dan pembiayaan Bank Sumut akan berupaya menjadikan Tapsel bergerak lebih cepat, ” paoarnya.

Baca Juga : Bobby Nasution Tinjau Lokasi Banjir di Tapteng, Rekonstruksi Tanggul Dipercepat

Heru juga optimis, bila melihat potensi sistem pendanaan dan pembiayaan, sistem pembayaran, pembiayaan hingga dorongan pada pertumbuhan ekonomi di Tapsel akan lebih tinggi.

“ Nanti tentu kita harapkan semua daerah bekerjasama dengan Bank Sumut dari sisi pendanaan dan pembiayaan, ” jelasnya.(Wan)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya