Monday, October 12, 2026

Baru Diperbaiki, Jalan Perlintasan KA Helvetia Kembali Rusak

Baca Juga

Wartalive.co.id – Kondisi infrastruktur jalan di sekitar perlintasan kereta api Helvetia, Medan, kembali menuai keluhan dari pengguna jalan dan warga setempat. Meski baru saja mendapatkan perbaikan berupa pengaspalan ulang beberapa minggu lalu, saat ini kondisi aspal tampak sudah mulai hancur kembali. Kerusakan ini dinilai sangat cepat terjadi, mengingat proyek pengerjaannya belum genap berusia satu bulan.

Pantauan di lokasi pada Rabu (07/01/2026) menunjukkan lapisan aspal yang baru diletakkan kini mulai mengelupas. Kondisi ini diperparah dengan posisi jalan yang berada tepat di perlintasan rel, sehingga guncangan kendaraan saat melintas semakin mempercepat pengikisan material aspal. Para pengendara sepeda motor harus ekstra waspada agar tidak tergelincir saat melintasi area tersebut.

- Advertisement -

Menurut penuturan warga sekitar, penyebab utama cepatnya kerusakan ini adalah volume kendaraan bertonase besar yang melintas tanpa henti. Truk-truk pengangkut logistik dan material seringkali melewati jalur ini sebagai rute utama, sehingga beban jalan yang dihasilkan jauh melampaui kapasitas ketahanan aspal yang baru saja diperbaiki.

Baca Juga : Evaluasi MBG, Presiden Prabowo Soroti Disiplin Pelaksanaan

“Kami heran, baru kemarin diaspal, kok sekarang sudah hancur lagi? Truk-truk besar itu lewat sini mulai dari pagi, siang dan malam. Aspalnya seolah tidak sanggup menahan beban seberat itu,” ujar Rusli, salah seorang warga yang tinggal tak jauh dari lokasi perlintasan.

Selain faktor beban kendaraan, cuaca ekstrem di Kota Medan dalam beberapa pekan terakhir juga menjadi pemicu utama. Fenomena cuaca yang berubah drastis dari panas terik menyengat menjadi hujan lebat dalam waktu singkat membuat material aspal menjadi rapuh. Air hujan yang menggenang di lubang-lubang kecil mempercepat proses pelapukan jalan hingga akhirnya menciptakan kerusakan yang lebih luas.

Seorang pedagang di sekitar rel, Ibu Siti, menyampaikan rasa kecewanya terhadap kualitas perbaikan jalan tersebut. Ia menilai bahwa perbaikan yang dilakukan hanya bersifat sementara tanpa mempertimbangkan ketebalan dan ketahanan aspal yang memadai.

“Hujan sebentar saja air langsung menggenang di bekas aspal itu. Kalau panas, debunya luar biasa. Kami masyarakat kecil hanya ingin jalan ini bagus permanen,” tuturnya dengan nada kesal.

Lihat Juga : Pemko Makassar Bantu Penanganan Banjir dan Longsor di Sumut

Ketidaknyamanan ini juga berdampak pada kemacetan panjang yang kerap terjadi di jam sibuk. Kendaraan yang melambat untuk menghindari jalan yang cukup rusak menyebabkan terganggunya mobilitas warga Medan yang menggantungkan perjalanannya melalui jalur Helvetia setiap harinya.

Masyarakat berharap Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Pekerjaan Umum segera melakukan evaluasi mendalam terkait kualitas pengaspalan di titik tersebut. Warga meminta agar perbaikan ke depan tidak hanya sekadar tambal sulam, melainkan menggunakan material beton atau aspal berkualitas tinggi yang tahan terhadap beban truk berat dan cuaca ekstrem agar anggaran negara tidak terbuang percuma.(Febrian)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya