Monday, October 12, 2026

Bencana Banjir Bandang Melanda, Ratusan KK Terdampak di Kota Tua Tantom Tapsel

Baca Juga

Wartalive.co.id – Sedikitnya 30 rumah warga hancur dan 700 warga terpaksa mengungsi dan akibat banjir bandang yang melanda Desa Kota Tua Kecamatan Tano Tombangan (Tantom) Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Rabu (18/12/2024), sekira pukul 14.00 Wib.

Banjir bandang yang dipicu hujan deras seharian dan mengguyur kawasan tersebut, diduga menjadi penyebab utama luapan air yang merendam sejumlah rumah warga dan infrastruktur.

- Advertisement -

Selain Desa Kota Tua, sejumlah Desa lainnya juga turut terdampak akibat banjir bandang masing-masing Desa Sisoma, Desa Harean dan Desa Simaninggir. Namun, Desa Kota Tua memjadi yang terparah terkena sapuan air bah dari luapan sungai Aek Mardua, di Kecamatan Tantom Angkola Kabupaten Tapsel.

Baca Juga : Banjir Bandang Melanda Tapsel: Desa Kota Tua Alami Kerusakan Terparah Sejak 2004

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapsel menyebutkan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun korban luka berat 1 orsng warga Desa Kota Tua dan korban luka ringan  1 orang warga Desa Kota Tua.

Sementara kelompok korban renta yang terdampak di Desa Kota Tua terdiri dari kelompok Bayi 24 orang, Balita 94 orang, ibu hamil 24 orang, ibu menyusui 45 orang dan Lansia 65 orang.

Salah satu warga setempat menyebutkan bahwa banjir datang tiba-tiba dengan arus yang sangat deras.

” Air tiba-tiba meluap dan masuk ke rumah-rumah warga. Kami hanya bisa menyelamatkan barang-barang seadanya, ” ujar warga yang enggan disebutkan namanya.

Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Tapsel Puput Mashuri, Kamis (19/12/2024), menyampaikan, kejadian banjir bandang diduga akibat curah hujan dengan intensitas tinggi menerpa wilayah Desa Kota Tua, yang menyebabkan sungai Aek Mardua meluap dan membawa material kayu dan menerjang pemukiman penduduk di Desa tersebut.

Dari data yang mereka lakukan ada sekira 300 jiwa warga Desa Kota Tua yang harus mengungsi dan dari Desa Simaninggir 50 jiwa, dengan total jumlah penduduk yang terdampak hampir mencapai 1500 jiwa yang berasal dari Desa Kota Tua 1180 jiwa dan dari Desa Simaninggir sebanyak 379 jiwa.

” Saat ini, warga yang terdampak sangat membutuhkan bantuan mendesak berupa tenda, air bersih (tangki air) dan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di lokasi pengungsian. Tim BPBD juga telah bergerak cepat untuk memberikan bantuan darurat, termasuk pendirian posko pengungsian, ” sebutnya

Puput menambahkan, selain merendam pemukiman, banjir juga mengakibatkan akses jalan utama di daerah tersebut terputus. Pemerintah daerah telah mengerahkan alat berat untuk membuka akses dan mengantisipasi kerusakan lebih lanjut.

” Kami masih terus memantau kondisi di lapangan. Untuk sementara, data menunjukkan tidak ada korban jiwa, tetapi banyak warga yang kehilangan tempat tinggal sementara akibat rumah mereka terendam air, ” ungkapnya.

Lihat Juga : Terjatuh Dari Tebing dan Tertimbun Longsor, Penambang Pasir Meninggal Dunia

Pihaknya juga turut prihatin atas musibah ini dan segera bertindak cepat untuk mengevakuasi warga yang terdampak serta memastikan keselamatan warga. Tim BPBD juga sudah berada di lokasi untuk melakukan pendataan, memberikan bantuan darurat, dan menilai tingkat kerusakan.

” Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama dengan potensi cuaca buruk yang diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Pemkab Tapsel juga telah menyediakan posko darurat untuk menampung warga yang membutuhkan bantuan sementara, ” ungkapnya. (Wan)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya