Monday, October 12, 2026

Bencana Banjir di Sidimpuan Infrastruktur Pertanian Rusak Parah

Baca Juga

Wartalive.co.id – Hujan deras yang mengguyur Kota Padangsidimpuan dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah, termasuk di Kecamatan Padangsidimpuan Angkola Julu, Kota Padangsidimpuan, Sabtu (15/3/2025)

Dampak yang terparah terjadi di Dea Rimba Soping Kecamatang Angkola Julu menyebabkan 150 meter jalan usaha tani yang baru saja selesai dibangun mengalami rusak parah, sementara ratusan hektar tanaman padi di daerah tersebit terdampak terancam gagal panen akibat Sawah yang terendam banjir

- Advertisement -

Kepala Desa Rimba Soping Mangarahon Siregar menyampaikan keprihatinannya atas bencana banjir yang melanda wilayahnya dan mengakibatkan kerusakan jalan usaha tani serta ancaman gagal panen bagi ratusan hektar tanaman padi.

” Kami sangat prihatin dengan kondisi ini. Banjir yang terjadi telah merusak banyak fasilitas pertanian, termasuk jalan usaha tani yang menjadi akses utama bagi para petani. Selain itu, genangan air yang bertahan cukup lama juga mengancam hasil panen warga, ” ujar Mangarahon.

Ia menegaskan bahwa pemerintah desa akan berupaya mencari solusi untuk mengatasi permasalahan ini, termasuk berkoordinasi dengan pemerintah Kecamatan dan instansi terkait.

” Kami telah melaporkan kondisi ini kepada pihak Kecamatan terkait agar jalan usaha tani yang rusak dan Sawah yang terendam banjir, untuk mencari solusi agar petani tidak mengalami kerugian lebih besar, ” tambahnya.

Pemerintah Desa juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan dan bekerja sama dalam upaya penanggulangan bencana ini.

” Kami juga telah memberi himbauan kepada warga Desa untuk tetap waspada, khususnya bagi pemukiman yang tinggal di bantaran sungai atau di tepi tebing mengingat cuaca masih akstrim, ” katanya.

Terpisah, Camat Padangsidimpuan Angkoka Julu Subandi Adlan Siregar juga menyampaikan keprihatinannya atas musibah banjir yang melanda wilayahnya dan menimbulkan kerusakan pada infrastruktur pertanian serta mengancam keberlangsungan panen para petani.

” Kami sangat prihatin dengan kondisi ini. Banjir yang terjadi tidak hanya merusak jalan usaha tani, tetapi juga mengancam ratusan hektar tanaman padi yang menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat, ” ujarnya.

Terkait dengan dampak banjir yang terjadi di wilayahnya, pihaknya telah melaporkannya ke Posko Bencana Pemko Padangsidimpuan dan kepada Wali Kota Padangsidimpuan untuk mencari solusi cepat dalam menangani dampak banjir ini.

” Seluruh kerusakan yang terjadi akibat banjir sudah kami data dan laporkan kepada Wali Kota Padangsidimpuan dan ke Posko Bencana Pemko Padangsidimpuan untuk dapat ditindaklanjuti, ” terangnya.

Camat juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan serta bersama-sama menjaga lingkungan agar sistem drainase dan irigasi dapat berfungsi dengan baik.

Warga petani di Desa Rimba Soping mengatakan, banjir yang terjadi menyebabkan saluran irigasi tersumbat, sehingga air meluap ke area persawahan. Selain itu, genangan air yang bertahan dalam waktu lama akan mengancam tanaman padi karena membuat akar tanaman padi membusuk.

” Kami sangat khawatir karena jika air tidak segera surut, tanaman padi bisa gagal panen sepenuhnya. Ini tentu merugikan petani, ” ujar warga, seorang petani di wilayah terdampak.

Menirutnya, kerusakan jalan usaha tani juga semakin memperburuk situasi. Para petani kesulitan mengangkut hasil pertanian mereka, yang berisiko menurunkan pendapatan mereka dalam beberapa bulan ke depan.

” Kami berharap ada langkah cepat untuk mengatasi dampak banjir ini agar sektor pertanian di Padangsidimpuan Angkola Julu tidak semakin terpuruk, ” harapnya. (Wan)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya