Wartalive.co.id — Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Mandailing Natal menyalurkan bantuan perlengkapan pertanian kepada 15 petani di Desa Hutabangun, Kecamatan Panyabungan Timur.
Bantuan ini merupakan bagian dari program Alternative Development untuk mengalihkan petani dari menanam tanaman terlarang ke tanaman produktif hortikultura.
Sebelumnya, BNNK Madina telah memberikan bimbingan teknis life skill selama tiga hari, yang mencakup pelatihan intensif budidaya jagung yang dibimbing oleh penyuluh pertanian.
Baca Juga : Jaga Keamanan, Lapas Gunungtua Razia Gabungan Bersama TNI-Polri
Plt. Kepala BNNK Madina, Syamsul Arifin, menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan meliputi bibit jagung, pupuk, pestisida, alat semprot, cangkul, parang, dan perlengkapan pertanian lainnya. Ia berharap bantuan ini dapat menjadi awal perubahan pola pikir masyarakat.
“Bantuan ini mungkin kecil, tetapi kami berharap menjadi awal perubahan pola pikir masyarakat. Dari kelompok kecil inilah kita dorong agar beralih dari tanaman terlarang ke hortikultura yang produktif dan sesuai aturan hukum,” ujarnya.
Perwakilan Bupati Madina, Dr. Kapsan Usman Utomo, SP, MM, menyampaikan apresiasi atas inisiatif BNNK. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah mendukung penuh program ini, termasuk upaya membuka akses infrastruktur dan menjalin kolaborasi dengan investor.
Lihat Juga : Cegah Laka Lantas, Polres Simalungun Tes Urine Sopir Angkutan
“Kami berterima kasih kepada BNN dan KPH VIII yang terus memperhatikan pembinaan masyarakat,” kata Kapsan, seraya menyebut ketertarikan investor untuk mengembangkan pisang abaka di wilayah tersebut.
Acara kemudian diakhiri dengan penanaman jagung bersama di lahan warga. Evaluasi hasil panen jagung rencananya akan dilakukan tiga bulan mendatang. (Tamrin)

