Wartalive.co.id – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, merespons cepat keluhan masyarakat terkait adanya fasilitas kesehatan yang masih mempersulit warga saat ingin berobat. Hal ini menyusul laporan mengenai RSU Melati di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) yang diduga meminta warga untuk berobat sebagai pasien umum (berbayar) meskipun warga tersebut telah menunjukkan identitas diri sebagai penduduk Sumatera Utara.
Dalam pernyataan resminya, Bobby mengungkapkan kekecewaannya karena masih ada oknum rumah sakit yang tampak belum sinkron dengan program prioritas pemerintah. Ia menekankan bahwa pelayanan medis harus didahulukan daripada urusan administrasi yang berbelit-belit, terutama di tengah kondisi darurat yang dialami oleh pasien.
“Sangat disayangkan masih ada rumah sakit yang menolak masyarakat berobat meski hanya membawa KTP dan belum terdaftar BPJS. Padahal Sumut telah mencapai UHC 100%, artinya seluruh masyarakat berhak mendapatkan layanan kesehatan gratis, cukup dengan membawa KTP,” ujar Bobby Nasution menanggapi laporan tersebut.
Baca Juga : Hari Kedua Pencarian, SAR Temukan Dua Bocah Korban Hanyut di Batang Kuis
Bobby menjelaskan bahwa status Universal Health Coverage (UHC) yang telah dicapai Sumatera Utara seharusnya menjadi jaminan bahwa tidak ada lagi warga yang takut berobat karena kendala biaya. Dengan sistem ini, masyarakat yang belum memiliki jaminan kesehatan akan otomatis mendapatkan perlindungan saat mendatangi faskes untuk mendapatkan perawatan.
Gubernur juga menyoroti kasus di RSU Melati Sergai sebagai bahan evaluasi serius bagi Dinas Kesehatan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Ia meminta agar tidak ada lagi alasan bagi rumah sakit untuk mengarahkan masyarakat ke jalur pasien umum jika mereka memang memiliki hak untuk mendapatkan layanan gratis melalui skema UHC.
Secara khusus, Bobby memberikan instruksi terbuka kepada seluruh pengelola rumah sakit di Sumatera Utara untuk melakukan pembenahan internal. Ia tidak ingin mendengar adanya warga yang terhambat mendapatkan pertolongan medis hanya karena perbedaan status kepesertaan BPJS atau ketiadaan biaya tunai di awal kedatangan.
Lihat Juga : Dialog Nasional di Taput, Bupati Tapsel Dorong Kolaborasi Jaga Lingkungan
“Saya tegaskan kepada seluruh rumah sakit dan fasilitas kesehatan di Sumatera Utara, jangan menolak masyarakat yang ingin berobat. Memberikan pelayanan kesehatan yang optimal untuk masyarakat adalah prioritas kita bersama,” tegasnya dengan nada lugas untuk memastikan pesan ini dipatuhi seluruh jajaran medis.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kini tengah memperketat pengawasan terhadap komitmen rumah sakit mitra dalam menjalankan kebijakan UHC ini. Bobby berharap, dengan pengawasan yang ketat dan kepatuhan pihak rumah sakit, derajat kesehatan masyarakat Sumut dapat terus meningkat tanpa terbebani oleh pungutan-pungutan yang tidak seharusnya ada.(Febrian)
Sumber : Instagram Bobbynst

