Wartalive.co.id – Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution kembali menunjukkan perhatian, kali ini ditujukan kepada para jurnalis yang setiap hari meliput aktivitas Pemerintah Provinsi Sumut.
Melalui Forum Wartawan Pemprov Sumut (FWP), Bobby menyalurkan paket bantuan berisi beras, minyak goreng, teh celup, gula, dan mi instan sebagai bentuk kepedulian dan empati.
Bantuan tersebut disalurkan melalui pengurus FWP, kemudian langsung dibagikan kepada anggota forum oleh Ketua FWP, Syaifullah Defaza, bersama Sekretaris Amru Lubis, Bendahara Zainul Abdi, serta pengurus lainnya.
Baca Juga : SD Plus Ark Sidikalang Cetak Prestasi, 12 Medali Dibawa Pulang
“Gubernur menyampaikan salam hangat kepada seluruh rekan wartawan. Bantuan ini bukan semata-mata isi paketnya, tetapi wujud kepedulian beliau kepada teman-teman jurnalis yang terus bekerja profesional mendampingi jalannya pemerintahan,” ujar Syaifullah Defaza usai penyerahan paket di Press Room Kantor Gubsu di Medan, Senin (15/9/2025).
Melalui pesan yang dititipkan kepada pengurus FWP, Bobby menegaskan bahwa peran pemerintah dan wartawan saling terkait. Wartawan dipandang sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi pembangunan serta kebijakan kepada masyarakat.
“Semoga bantuan kecil ini menjadi pengikat silaturahmi dan mempererat kerja sama yang baik,” pesannya.
Respon positif datang dari kalangan jurnalis. Mereka menyambut perhatian gubernur tersebut dengan penuh apresiasi. Di tengah kondisi harga beras yang masih dalam tahap pengendalian, langkah Bobby dinilai sebagai bukti nyata kepedulian.
Lihat Juga : 848 Mahasiswa Baru Ikuti MATAMARU UMTS
“Kami ucapkan terima kasih atas perhatian Pak Gubernur. Ini bukan soal paketnya, tetapi penghargaan beliau terhadap kerja-kerja jurnalistik,” ungkap sejumlah anggota FWP, di antaranya Tania Depari, Irma Yuni, Roni, Pulina, dan lainnya.
Pemberian bantuan ini dianggap sebagai bentuk jembatan empati. Hubungan profesional antara Pemprov Sumut dan insan pers tidak hanya dibangun melalui kerja formal, tetapi juga melalui sentuhan kemanusiaan. Empati inilah yang diharapkan terus menjadi dasar komunikasi yang sehat antara pemerintah dan media, demi menghadirkan informasi yang akurat, transparan, dan berpihak kepada masyarakat. (Islino)

