Wartalive.co.id – Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, mendorong optimalisasi produktivitas lahan pertanian di Kecamatan Angkola Timur. Langkah strategis ini diambil guna menutupi defisit produksi pangan akibat gagal panen seluas 3.000 hektare yang dipicu bencana alam pada akhir November 2025 lalu
​Dalam agenda Safari Ramadan 1447 H di Lapangan Panompuan, Minggu (8/3/2026), Bupati mengungkapkan bahwa bencana tersebut memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi wilayah Tapanuli Selatan
​Bupati memaparkan data krusial terkait dampak bencana yang melanda 13 kecamatan tersebut, di antaranya:
Baca Juga : Satu Unit Mobil Avanza Hangus Terbakar di Padangsidimpuan Selatan, Kerugian Capai Rp90 Juta
- ​Korban Jiwa: 95 orang meninggal dunia dan 20 orang dinyatakan hilang.
- ​Sektor Pertanian: Kerusakan lahan mencapai 3.000 hektare, yang berujung pada gagal panen massal.
- ​Pertumbuhan Ekonomi: Terjadi perlambatan drastis dari 5,2% pada triwulan ke-3 (Juli–September) menjadi hanya 2,39% pada triwulan terakhir tahun 2025.
​”Sektor pertanian adalah kontributor terbesar ekonomi kita. Ketika ribuan hektare sawah terdampak, pertumbuhan ekonomi kita langsung terkoreksi tajam,” ujar Gus Irawan
​Mengingat Angkola Timur termasuk wilayah yang tidak terdampak bencana, pemerintah daerah memproyeksikan kecamatan ini sebagai mesin penggerak pemulihan ekonomi, khususnya pada komoditas padi
Lihat Juga : Kajian Ramadan Masjid Al-Abrar Padangsidimpuan: Kepedulian Terhadap Fakir Miskin
Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan telah menyiapkan langkah-langkah berikut:
- ​Peningkatan Anggaran: Mengucurkan dana sekitar Rp20 miliar untuk Kecamatan Angkola Timur pada tahun ini.
- ​Perbaikan Infrastruktur: Fokus utama alokasi dana akan diarahkan pada perbaikan sarana dan prasarana pertanian guna menggenjot produktivitas lahan.
- ​Optimalisasi Sektor Unggulan: Mendorong petani lokal untuk meningkatkan hasil panen secara tajam guna menambal celah produksi di wilayah lain.
​Bupati menegaskan bahwa kenaikan anggaran tahun ini merupakan yang terbesar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mempercepat pemulihan ekonomi pasca-bencana. (Asrif)

