Monday, October 12, 2026

Bursa Sekda Kota Padangsidimpuan Memanas, Rekam Jejak Enam Pejabat Jadi Penilaian Publik

Baca Juga

Wartalive.co.id – Proses lelang jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padangsidimpuan kini memasuki babak krusial. Sebanyak enam pejabat dengan latar belakang dan rekam jejak birokrasi yang beragam resmi mengikuti seleksi. 

Publik pun menaruh harapan besar, karena, dari keenam nama tersebut, siapa yang paling layak mengemban amanah sebagai panglima birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Padangsidimpuan?

- Advertisement -

Salah satu kandidat adalah Roni Gunawan Rambe, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pemko Padangsidimpuan.

Pengalamannya semakin menonjol karena pernah menduduki jabatan Pelaksana Tugas (Plt) Sekda selama enam bulan di bawah kepemimpinan Wali Kota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe dan Wakil Wali Kota Harry Pahlevi.

Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam memahami ritme kerja dan kompleksitas koordinasi antar perangkat daerah.

Nama berikutnya adalah Rahmat Marzuki Nasution, yang saat ini menjabat sebagai Plt Sekda Kota Padangsidimpuan. 

Posisi strategis yang sedang diembannya, saat ini membuat Rahmat berada di garis terdepan dalam mengendalikan roda administrasi pemerintahan di Kota Padangsidimpuan.

Tantangannya adalah membuktikan kapasitas kepemimpinan dan konsistensi kinerja selama masa tugas sementara tersebut.

Dari jajaran Asisten, ada Iswan Nagabe Lubis, yang kini menjabat Asisten I Sekretariat Daerah (Setd Kota Padangsidimpuan, juga ikut dalam bursa seleksi. 

Dengan tugas yang selama ini bersentuhan langsung dengan urusan pemerintahan dan kesejahteraan rakyat, Iswan dinilai memiliki pemahaman mendalam terhadap dinamika internal birokrasi.

Sementara itu, dari sektor pelayanan publik diwakili oleh Balyan Bonari, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padangsidimpuan. 

Di tengah tuntutan peningkatan kualitas layanan kesehatan dan tantangan manajemen sektor vital, pengalamannya mengelola dinas teknis menjadi nilai tambah tersendiri dalam konteks kepemimpinan birokrasi yang adaptif.

Dari sektor pertanian dan agraris, muncul nama Edi Darwan, Kepala Dinas Pertanian Kota Padqngsidimpua, yang latar belakangnya memberi perspektif berbeda, terutama dalam mendorong pembangunan berbasis potensi sektor pertanian dan penguatan perekonomian di sektor agraris

Adapun kandidat terakhir, Hamban Sukri Siregar, saat ini menjabat Kepala Kantor Unit Pelaksana Tekhnis Daerah (UPTD) Pengelolaan Pendapatan Daerah (PPD) pada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) di Padangsidimpuan.

Hamdan Sukri bukanlah sosok baru di lingkaran birokrasi kota Padangsidimpuan. Ia pernah menjabat Asisten III Setda Kota Padangsidimpuan, serta menjabat Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provsu.

Pengalaman lintas daerah maupun lintas level pemerintahan menjadi keunggulan yang patut diperhitungkan dalam seleksi jabatan Sekda Kota Padangsidimpuan yang masih faham tahap proses

Melihat dari latar belakang keenam calon Sekda Kota Padangsidimpuan tersebut, Hasanuddin Sipahutar Wakil Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Kota Padangsidimpuan menilai jabatan Sekda memiliki posisi strategis yang sangat menentukan arah dan kualitas birokrasi Pemko Padangsidimpuan.

Menurutnya, proses lelang jabatan Sekda harus benar-benar dijalankan secara objektif, transparan dan bebas dari kepentingan politik jangka pendek. 

“ Sekda itu bukan sekadar pejabat administratif, tapi pengendali utama roda birokrasi. Karena itu, yang dibutuhkan adalah sosok berintegritas, berpengalaman dan mampu bekerja lintas kepentingan, ” ujarnya.

Sebagai mantan anggota DPRD Kota Padangsidimpuan periode 2014 – 2019, Hasan menegaskan, proses seleksi terbuka harus menjadi momentum memperkuat reformasi birokrasi.

Ia juga mengingatkan agar kepala daerah tidak tergoda memilih berdasarkan kedekatan personal maupun tekanan kelompok tertentu.

“ Kita tidak ingin Sekda terpilih nanti hanya kuat secara politik, tapi lemah dalam manajerial. Yang dibutuhkan daerah ini adalah Sekda yang berani menegakkan aturan, disiplin terhadap ASN dan berpihak pada kepentingan pelayanan publik, ” tegasnya.

Ia juga menyoroti enam nama pejabat yang mengikuti lelang jabatan Sekda. Menurutnya, masing-masing memiliki latar belakang dan pengalaman berbeda, namun rekam jejak, kepemimpinan, serta kemampuan membangun komunikasi dengan seluruh OPD harus menjadi indikator utama penilaian.

“ Pengalaman memang penting, tapi rekam jejak bersih dan kemampuan menyatukan birokrasi jauh lebih penting. Sekda harus menjadi penyeimbang, bukan sumber konflik di internal pemerintahan, ” tambahnya.

Sebagai Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Padangsidimpuan, ia menegaskan, partainya mendorong agar proses seleksi Sekda tidak ditarik ke ranah politik praktis dan menurutnya, menjaga profesionalisme birokrasi adalah kunci kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.

“ PPP dan NU sama-sama berkepentingan melihat pemerintahan berjalan baik. Maka harapan kami, siapa pun yang terpilih nanti adalah figur terbaik, bukan figur titipan, ” pungkasnya.

Lelang jabatan Sekda ini bukan sekadar kompetisi administratif, melainkan uji kualitas kepemimpinan, integritas, dan visi birokrasi. 

Di tengah harapan masyarakat akan pemerintahan yang efektif, transparan, dan profesional, keputusan akhir diharapkan benar-benar melahirkan sosok Sekda yang mampu bekerja di atas semua kepentingan.

Karena pada akhirnya, jabatan Sekda bukan hanya sebagai pejabat tertinggi ASN di daerah, tetapi sebagai penentu arah dan wajah birokrasi Kota Padangsidimpuan ke depan. (Wan)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya