wartalive.co.id-Dunia pertanian di Kabupaten Banyuwangi semakin meningkatkan kualitasnya. Pertanian di Kabupaten ujung timur Pulau Jawa tersebut kini menggunan Internet of Things (Iot) untuk mendeteksi kebutuhan pasti pupuk bersubsidi di sebuah lahan pertanian.
Pasokan serta keberadaan pupuk bersubsidi yang masih langka dan belum bisa teratasi, kini sebuah inovasi telah dilakukan. Melalui Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, inovasi penggunaan IoT terus disosialisasikan pada kalangan petani.
Inovasi Iot ini nantinya akan mampu mendeteksi kualitas unsur hara makro didalam tanah seperti, Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K) dan pH tanah. “Ini merupakan sistem pintar rekomendasi pemupukan berbasis IoT. Uji tanah ini akan memberikan informasi, berapa pupuk yang dibutuhkan,” tutur Bupati, Ipuk.
Baca Juga : F1 Powerboat Danau Toba 2024, Okupansi Homestay Meningkat
Bagi petani yang ingin memanfaatkan fasilats ini bisa datang langsung ke Balai Penyuluhan Pertanian terdekat untuk mendapatkan informasi lengkapnya. “Kita nanti akan langsung datang ke lahan pertanian milik petani untuk melakukan uji tanah langsung dengan IoT,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Arief Setiawan. Dengan memberikan pupuk sesuai kebutuhan tanah, diyakini bisa tetap menjaga kualitas kesuburan tanah itu sendiri.
“Dengan menggunakan pupuk sesuai kebutuhan, diharapkan ketersediaan pupuk akan tercukupi karena tidak ada lagi yang menggunakan pupuk secara berlebihan,” jelas Kadis Arief. Berdasarkan data di Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, telah terjadi penurunan kadar karbon organik hingga 2 persen di lahan pertanian akibat penggunaan pupuk kimia berlebihan dalam tenggang waktu yang cukup lama.(RL/VV)
Editor : Indra Sikoembang

