Tuesday, October 13, 2026

Dandim 0213/Nias : Pancasila Adalah Jiwa Bangsa

Baca Juga

Wartalive.co.id – Pemerintah Kabupaten Nias menyelenggarakan upacara memperingati hari lahir Pancasila pada tahun 2025 di Halaman Kantor Bupati Nias, yang terletak di Jl. Ir. Soekarno Hiizoi-Gido, Senin (02/06/2025).

Dalam upacara tersebut, Dandim 0213/Nias, Letkol Inf Torang Parulian Malau, S.I.P, berperan sebagai Inspektur Upacara.

- Advertisement -

Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Dandim 0213 Nias, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menekankan bahwa tanggal 1 Juni 2025 merupakan momen yang sangat signifikan dalam sejarah bangsa Indonesia, yaitu Hari Lahir Pancasila. Peringatan ini tidak hanya bertujuan untuk mengenang rumusan dasar negara, tetapi juga untuk memperkuat kembali komitmen kita terhadap nilai-nilai luhur yang menjadi dasar berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca Juga : Ipunk Ajak Sahari Gultom Sang Legenda Sepakbola Mengabdikan Diri Pada Spobnas Dispora Sumut

Pancasila bukan sekadar dokumen historis atau teks normatif yang tertulis dalam pembukaan UUD 1945. Ia adalah jiwa bangsa, pedoman hidup bersama, serta bintang penuntun dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Selain itu, Pancasila adalah rumah besar bagi keberagaman Indonesia. la mempersatukan lebih dari 270 (dua ratus tujuh puluh) juta jiwa dengan latar belakang suku, agama, ras, budaya dan bahasa yang berbeda. Dalam Pancasila, kita belajar bahwa kebinekaan bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk bersatu. Dari sila pertama hingga sila kelima, terkandung prinsip-prinsip yang menuntun kita membangun bangsa dengan semangat gotong royong, keadilan sosial, dan penghormatan terhadap martabat manusia.

Dalam kerangka pembangunan nasional saat ini, pemerintah telah menetapkan Asta Cita sebagai delapan agenda prioritas untuk mencapai Indonesia Emas 2045. Salah satu aspek yang paling mendasar dalam Asta Cita tersebut adalah penguatan ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia.

Penguatan ideologi Pancasila mengindikasikan perlunya penegasan bahwa pembangunan bangsa harus senantiasa berlandaskan pada nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial. Di tengah era globalisasi dan digitalisasi yang semakin kompleks, tantangan terhadap Pancasila menjadi semakin nyata. Kita menyaksikan penyebaran paham-paham ekstremisme, radikalisme, intoleransi, serta disinformasi yang berpotensi mengancam kohesi sosial di masyarakat kita.

Oleh karena itu, melalui Asta Cita, kita diharapkan untuk melakukan revitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari pendidikan, birokrasi, ekonomi, hingga ruang digital.

Pertama-tama, dalam konteks pendidikan, penting untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila sejak usia dini, tidak hanya dalam kurikulum formal, tetapi juga dalam praktik sehari-hari. Sekolah dan universitas seharusnya berfungsi sebagai wadah untuk melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual, memiliki ketahanan karakter, serta memiliki integritas moral yang kuat.

Kedua, dalam konteks pemerintahan dan birokrasi, penerapan nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan melalui pelayanan publik yang adil, transparan, dan berpihak kepada masyarakat. Setiap kebijakan dan program yang diimplementasikan harus mencerminkan semangat kemanusiaan serta keadilan sosial, bukan sekadar memenuhi kepentingan kelompok tertentu.

Ketiga, dalam ranah ekonomi, penting untuk memastikan bahwa hasil pembangunan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya oleh segelintir individu. Keadilan sosial, yang tercantum dalam sila kelima, harus menjadi fokus utama. Pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), ekonomi kerakyatan, serta koperasi perlu terus ditingkatkan agar tidak ada warga yang tertinggal dalam proses kemajuan bangsa.

Keempat, dalam konteks digital, penting untuk membangun kesadaran kolektif bahwa dunia maya tidak dapat dianggap sebagai ruang yang bebas dari nilai-nilai. Prinsip etika, toleransi, dan saling menghargai harus senantiasa ditegakkan. Pancasila seharusnya berfungsi sebagai pedoman dalam berinteraksi di media sosial serta platform digital lainnya. Mari kita bersama-sama melawan penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi melalui peningkatan literasi digital dan semangat gotong royong.

Mari kita maknai Hari Lahir Pancasila ini bukan hanya sebagai sebuah acara seremonial, melainkan sebagai kesempatan untuk memperkuat komitmen kita terhadap nilai-nilai luhur bangsa. Jadikan setiap langkah, kebijakan, ucapan, dan tindakan kita sebagai refleksi dari semangat Pancasila.

Lihat Juga : Wawako Padangsidimpuan: Pancasila Bukan Hanya Teks, Tapi Jiwa Bangsa dan Pedoman Hidup

Kami menginginkan Indonesia yang tidak hanya maju dalam aspek teknologi, tetapi juga dalam dimensi moral. Kami berharap Indonesia yang sejahtera tidak hanya tercermin dalam angka-angka statistik, melainkan juga dalam rasa keadilan dan persaudaraan. Kami bercita-cita untuk menjadikan Indonesia yang dihormati di kancah internasional, bukan hanya karena kekuatan ekonominya, tetapi juga karena keluhuran budi dan kebijaksanaan rakyatnya.

Oleh karena itu, marilah kita terus berkolaborasi, menjaga persatuan, menghargai perbedaan, serta menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan. Jadikanlah Pancasila sebagai sumber inspirasi dalam berkarya, berbangsa, dan bernegara.(Saiful)

Warta Terbaru

Bupati Labusel Lepas Funy Run BKPRMI, Lanjutkan Olahraga Bersama Masyarakat

Wartalive co.id, LABUHANBATU SELATAN --- Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel), Fery Sahputra Simatupang, melepas peserta Funy Run yang diselenggarakan oleh...

Artikel Menarik Lainnya