Wartalive.co.id – Sebanyak 359 jemaah dan petugas haji Kloter 13 Debarkasi Medan tiba kembali di Tanah Air pada Jumat (27/6/2025), setelah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Penyambutan resmi digelar di Aula Madinatul Uzzah, Asrama Haji Medan, dan dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, termasuk perwakilan dari Pemerintah Kota Padangsidimpuan.
Wali Kota Padangsidimpuan, Dr. H. Letnan Dalimunthe, SKM, M.Kes, yang berhalangan hadir, diwakili oleh Asisten Administrasi Umum, Mohd. Ary Junaidi Dwi P. Lubis, SE, MM. Dalam sambutannya, Ary Junaidi menyampaikan rasa syukur atas kepulangan seluruh jemaah Kloter 13 dalam keadaan sehat dan selamat.
“Atas nama Pemerintah Kota Padangsidimpuan, kami mengucapkan selamat datang dan selamat berkumpul kembali dengan keluarga tercinta. Semoga ibadah haji yang telah ditunaikan menjadi haji yang mabrur dan membawa perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya.
Baca Juga : Usai Tunaikan Ibadah Haji, 82 Jemaah Padangsidimpuan Pulang Disambut Hangat Keluarga
Dalam kesempatan tersebut, Ary Junaidi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari proses keberangkatan hingga pemulangan. Ia menegaskan bahwa dedikasi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Petugas Haji Daerah (PHD), serta tim kesehatan sangat berperan penting dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan para jemaah.
Acara penyambutan juga dihadiri oleh Kepala Kanwil Kementerian Agama Sumatera Utara, Kepala UPT Asrama Haji, serta para kepala daerah atau perwakilannya dari Kota Medan, Kota Gunung Sitoli, Kabupaten Dairi, Labuhan Batu, dan Nias Selatan.
Kloter 13 Debarkasi Medan terdiri dari total 359 orang, yang meliputi 350 jemaah haji dan 9 petugas, yakni 7 petugas kloter dan 2 ketua rombongan (Karom). Dari jumlah tersebut, sebanyak 141 orang merupakan jemaah laki-laki dan 218 orang perempuan.
Lihat Juga : Warga Kurang Mampu di Muara Batangtoru Terima Bansos dari Polri
Para jemaah berasal dari berbagai daerah, yaitu Kota Medan, Kabupaten Dairi, Kabupaten Labuhan Batu, Labuhan Batu Selatan, Kota Padangsidimpuan, dan Kota Gunung Sitoli.
Jemaah termuda dalam kloter ini adalah Muhammad Aidil (19 tahun) asal Kota Padangsidimpuan, sementara jemaah tertua adalah Lamsiah Ogah Jabat (85 tahun) asal Kabupaten Dairi. Selain itu, terdapat dua orang mutasi masuk dari Kloter 17, yaitu Leili Laila Fitri dan Johny Marpaung. Dalam manifest juga tercatat adanya satu kursi kosong (open seat). (315). (Tamrin)

